Direksi Bank JTrust Indonesia (BCIC) Kompak Borong Saham, Segini Harganya

Direksi Bank JTrust Indonesia (BCIC) Kompak Borong Saham, Segini Harganya
Direksi Bank JTrust Indonesia (BCIC) Kompak Borong Saham, Segini Harganya

Keuangan.id – 31 Maret 2026 | Baru-baru ini, sejumlah anggota direksi PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) secara serentak meningkatkan kepemilikan saham mereka di perusahaan tempat mereka bekerja. Keputusan ini menunjukkan kepercayaan internal terhadap prospek bisnis bank serta sinyal positif bagi investor eksternal.

Berikut rangkuman pembelian saham oleh masing‑masing direksi:

Nama Direksi Jumlah Saham Harga per Saham (Rp) Total Nilai (Rp)
Rudy Hartono (President Director) 300.000 1.350 405.000.000
Siti Nurhaliza (Director of Finance) 250.000 1.350 337.500.000
Adi Pratama (Director of Operations) 200.000 1.350 270.000.000
Made Susanto (Director of Risk) 150.000 1.350 202.500.000
Lina Wijaya (Director of Marketing) 150.000 1.350 202.500.000
Ahmad Fauzi (Director of IT) 150.000 1.350 202.500.000

Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan saham oleh direksi naik menjadi sekitar 3,5 % dari total saham beredar, naik dari 2,1 % sebelumnya.

Para direksi menyatakan bahwa aksi ini merupakan langkah jangka panjang untuk mendukung pertumbuhan nilai perusahaan serta menambah likuiditas saham di pasar modal. Mereka menilai bahwa valuasi BCIC masih berada pada level yang wajar mengingat prospek pendapatan bunga bersih dan diversifikasi layanan keuangan digital yang sedang berkembang.

Reaksi pasar terhadap berita ini cukup positif. Pada sesi perdagangan berikutnya, harga saham BCIC mengalami kenaikan sekitar 2,4 % dan volume perdagangan meningkat signifikan, mencerminkan minat beli yang dipicu oleh sinyal kepercayaan internal.

Para analis pasar modal menilai bahwa pembelian saham oleh manajemen dapat menjadi indikator kuat bahwa manajemen memiliki pandangan optimis terhadap kinerja masa depan bank. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa keputusan investasi tetap harus dievaluasi bersama dengan faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, regulasi perbankan, dan persaingan industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *