Keuangan.id – 30 Maret 2026 | PT BUMA Internasional Grup Tbk (IDX: DOID) baru saja mempublikasikan laporan keuangan dan operasional konsolidasi yang telah diaudit untuk tahun fiskal 2025. Meskipun menghadapi tekanan harga komoditas, gangguan rantai pasokan, dan kebijakan regulasi yang ketat, perusahaan mencatat tanda‑tanda pemulihan yang signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya.
Ringkasan Keuangan FY2025
| Item | FY2023 | FY2024 | FY2025 |
|---|---|---|---|
| Pendapatan (Rp Miliar) | 9.800 | 10.200 | 12.400 |
| EBITDA (Rp Miliar) | 1.900 | 2.300 | 3.200 |
| Laba Bersih (Rp Miliar) | 520 | 780 | 1.150 |
| Produksi Batu Bara (Juta Ton) | 18,5 | 19,2 | 21,0 |
Data di atas menunjukkan kenaikan pendapatan hampir 27% dan laba bersih lebih dari dua kali lipat dibandingkan FY2023. Peningkatan produksi juga berkontribusi pada perbaikan margin operasional.
Faktor Pendukung Pemulihan
- Rebound Harga Batu Bara: Harga komoditas mulai stabil dan mengalami kenaikan ringan pada kuartal ketiga 2025, meningkatkan margin penjualan.
- Optimalisasi Operasi: Implementasi teknologi pemantauan real‑time di tambang utama menurunkan biaya produksi per ton sebesar 8%.
- Diversifikasi Pasar: Ekspansi ke pasar Asia Tenggara meningkatkan volume ekspor, mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional.
- Manajemen Risiko Finansial: Hedging yang lebih agresif terhadap fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas melindungi profitabilitas.
Dengan tren positif ini, manajemen BUMA menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, dan mengejar peluang investasi strategis guna memastikan pertumbuhan berkelanjutan di tahun‑tahun mendatang.











