Keuangan.id – 26 April 2026 | Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang pesat kini menimbulkan tekanan signifikan pada dua sumber daya penting: energi listrik dan air bersih. Model-model AI modern, terutama yang berbasis pembelajaran mendalam, memerlukan daya komputasi tinggi, yang pada gilirannya meningkatkan konsumsi listrik serta kebutuhan pendinginan yang menggunakan air.
Konsumsi Energi yang Meningkat
Data terbaru menunjukkan bahwa pusat data yang melatih model AI besar dapat menyerap energi setara dengan kota menengah. Beban listrik ini sering dipenuhi oleh jaringan yang masih bergantung pada bahan bakar fosil, memperburuk jejak karbon.
- Pelatihan satu model bahasa berskala miliaran parameter dapat memakan hingga hundreds of megawatt‑hour listrik.
- Pusat data AI biasanya beroperasi 24/7, sehingga penggunaan energi tidak dapat dioptimalkan secara temporer.
Kebutuhan Air untuk Pendinginan
Untuk menjaga suhu perangkat keras tetap stabil, banyak fasilitas menggunakan sistem pendinginan berbasis air. Setiap megawatt energi yang dikonsumsi dapat memerlukan hingga 1.5 juta liter air per hari.
| Parameter | Konsumsi Air |
|---|---|
| 1 MW energi | ≈ 1,500,000 liter/hari |
| 10 MW energi | ≈ 15,000,000 liter/hari |
Dampak Lingkungan dan Ekonomi
Tekanan energi dan air ini berpotensi memperparah krisis iklim serta menambah beban biaya operasional bagi perusahaan. Tanpa regulasi yang ketat, ekspansi AI dapat menimbulkan ketidakseimbangan antara inovasi teknologi dan kelestarian lingkungan.
Upaya Mitigasi
Berbagai strategi sedang dipertimbangkan untuk mengurangi beban tersebut, antara lain:
- Mengalihkan beban listrik ke sumber energi terbarukan seperti tenaga surya atau angin.
- Optimasi algoritma agar proses pelatihan menjadi lebih efisien.
- Penggunaan pendinginan udara atau teknik pendinginan cairan yang lebih hemat air.
- Pengembangan pusat data modular yang dapat dipindahkan ke lokasi dengan sumber daya berlimpah.
Dengan mengintegrasikan kebijakan hijau dalam infrastruktur AI, diharapkan tekanan energi dapat diminimalkan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
