Keuangan.id – 10 Maret 2026 | San Siro menjadi saksi klasik baru pada Minggu (8/3/2026) ketika AC Milan berhasil menundukkan rival sekotanya, Inter Milan, dengan skor tipis 1-0 dalam Derby della Madonnina. Gol tunggal yang ditorehkan Pervis Estúpinan pada menit ke–35 mengamankan tiga poin berharga bagi Rossoneri, sekaligus memotong jarak selisih poin menjadi tujuh di antara dua tim papan atas Serie A 2025/2026.
Rangkaian Gol dan Statistik Kunci
- Gol: Pervis Estúpinan (35′)
- Kartu kuning: Inter 2, AC Milan 1
- Penguasaan bola: Inter 53 % vs AC Milan 47 %
- Tembakan ke gawang: Inter 12, AC Milan 7
Statistik tersebut mengungkap bahwa meski Inter menguasai bola lebih tinggi, mereka gagal memecah pertahanan Milan yang kini dipimpin oleh bek muda Koni De Winter. De Winter mencatat lima sapuan bola, tiga blok tembakan, dan dua intersepsi, serta tingkat akurasi umpan 87 %.
Analisis Fabio Capello: Krisis Psikologis Inter
Legenda sepak bola Italia, Fabio Capello, menyoroti faktor mental yang menghambat Inter. “Inter masih memiliki keunggulan besar, tetapi lebih dari segalanya ini adalah masalah psikologis,” ujar Capello kepada Football Italia. Ia menilai penurunan intensitas permainan Inter pada pertandingan-pertandingan akhir musim sebagai peluang bagi lawan untuk mengeksploitasi kelemahan.
Capello menyarankan Christian Chivu, pelatih Inter, untuk menumbuhkan kerendahan hati dan kerja sama tim. “Mereka harus bermain dengan lebih rendah hati dan saling membantu, sesuatu yang belum cukup saya lihat akhir-akhir ini di pertandingan Inter,” tegasnya.
Strategi Massimiliano Allegri dan Momentum Milan
Massimiliano Allegri, pelatih AC Milan, memanfaatkan momentum positif setelah kemenangan pertama melawan Inter pada pertemuan pertama musim ini. Dalam wawancara pasca-pertandingan, Allegri menekankan pentingnya menikmati proses: “Mereka hampir mencapai tujuan, jadi sekarang saatnya untuk bersenang-senang dan menikmati diri mereka sendiri.”
Peran Luka Modrić dan Adrien Rabiot di lini tengah menjadi fondasi taktik Milan. Modrić mengatur tempo, sementara Rabiot memenangkan duel fisik dan menahan serangan lawan. Kombinasi mereka membantu Milan menahan tekanan Inter hingga peluit akhir.
Dampak Terhadap Perburuan Scudetto
Dengan 10 pertandingan tersisa, AC Milan kini berada pada 60 poin, sedangkan Inter memimpin dengan 67 poin. Kemenangan ini membuat selisih poin menjadi tujuh, menandakan bahwa peluang Rossoneri untuk mengejar gelar tidak lagi mustahil. Setiap poin yang diraih Milan memperkecil ruang gerak Inter, yang kini harus menjaga konsistensi agar tidak tergerus oleh pesaing lain seperti Napoli atau Juventus.
Jika Milan berhasil meraih setidaknya lima kemenangan lagi, mereka dapat menutup jarak menjadi tiga poin, menciptakan laga penentuan pada putaran akhir musim.
Pelajaran Penting dari Derby
Derby ini memberikan enam pelajaran penting bagi Milan:
- Pemain tak terduga dapat menjadi pahlawan; Estúpinan membuktikan nilai depth skuad.
- Ketangguhan lini pertahanan, khususnya De Winter, menegaskan pentingnya regenerasi pemain muda.
- Kualitas tengah lapangan tetap menjadi kunci; Modrić dan Rabiot mengontrol ritme.
- Masalah psikologis dapat memengaruhi performa tim papan atas, seperti yang diungkap Capello.
- Kerendahan hati dan kerja sama tim menjadi faktor penentu dalam laga sengit.
- Strategi pelatih yang fleksibel, seperti Allegri, dapat memaksimalkan peluang pada fase krusial.
Dengan semangat baru, AC Milan menatap sisa musim dengan optimisme tinggi. Kemenangan melawan Inter tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga mengirimkan sinyal kuat kepada rival lain bahwa Rossoneri masih berambisi mengangkat trofi Scudetto.











