Keuangan.id – 22 April 2026 | Persijap Jepara menorehkan kemenangan penting pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 setelah menundukkan tamu mereka, Semen Padang FC, dengan skor 2-0 di Stadion Haji Agus Salim, Padang. Sorotan utama datang dari pemain muda berusia 21 tahun, Rendi Saepul, yang mencetak Debut gol Rendi Saepul pada menit ke-38. Gol tersebut tidak hanya menambah angka di papan skor, tetapi juga memberikan dampak signifikan bagi posisi Laskar Kalinyamat dalam klasemen.
Gol Perdana yang Menyulut Semangat
Pada menit ke-38, Rendi Saepul menerima umpan terancang dari gelandang asal Brasil, Carlos Franca. Dengan sentuhan kaki kiri yang halus, ia menempatkan bola tepat ke sudut kanan gawang lawan, menembus pertahanan Semen Padang yang sempat tertekan. Setelah gol, Rendi melakukan selebrasi sederhana namun penuh rasa syukur, mengangkat tangan menghadap kamera sambil mengucapkan terima kasih kepada rekan setim dan suporter.
“Alhamdulillah, bersyukur bisa dapat tiga poin dan cetak gol perdana saya di kasta tertinggi. Kemenangan ini saya persembahkan untuk keluarga dan masyarakat Jepara,” ujar Rendi dalam wawancara singkat dengan media resmi liga. Ia menekankan pentingnya tetap fokus pada pertandingan-pertandingan berikutnya dan tidak terlarut dalam euforia.
Dampak Terhadap Klasemen dan Ancaman Degradasi
Kemenangan 2-0 ini mengangkat Persijap Jepara ke posisi ke-13 klasemen sementara dengan total 28 poin setelah 28 laga. Sebelumnya, tim berada di zona perlawanan, namun tambahan tiga poin ini mengamankan jarak aman dari zona degradasi. Sebaliknya, Semen Padang FC tetap terpuruk di peringkat ke-17 dengan hanya 20 poin, mencatatkan tiga kekalahan beruntun dan menambah catatan hitam mereka pada musim ini.
Dengan hasil ini, Laskar Kalinyamat menjauh dari ancaman degradasi yang selama ini mengganjal. Analisis statistik menunjukkan bahwa sejak pertandingan ini, Persijap berhasil meningkatkan rata‑rata poin per pertandingan menjadi 1,00, naik dari 0,93 pada dua pekan sebelumnya. Sementara itu, Semen Padang mencatatkan selisih gol negatif –4, menambah tekanan pada pelatih Imran Nahumarury.
Strategi dan Peran Carlos Franca
Selain gol Rendi, kontribusi Carlos Franca tidak kalah penting. Ia juga mengeksekusi penalti pada menit ke‑45 yang berujung menjadi gol kedua Persijap. Kombinasi umpan-umpan tajam Franca dan keberanian Rendi dalam menembus pertahanan menjadi kunci utama kemenangan. Pelatih Persijap, Iker Guarrotxena, memuji kerja sama antara lini tengah dan penyerang, menyatakan bahwa “kita telah menyiapkan skema serangan yang memaksimalkan kreativitas pemain muda seperti Rendi.”
Reaksi Suporter dan Media
Suporter Persijap, yang dikenal dengan sebutan Laskar Kalinyamat, menyambut kemenangan dengan sorak sorai di tribun. Mereka mengibarkan bendera Jepara dan menampilkan spanduk berisi ucapan selamat untuk Rendi Saepul. Media lokal pun menyoroti momen bersejarah tersebut, menekankan bahwa debut gol Rendi menjadi titik balik moral bagi tim.
Sementara itu, suporter Semen Padang mengekspresikan kekecewaan mereka, menuntut perbaikan taktik dari pelatih. Imran Nahumarury mengakui bahwa strategi yang diterapkan tidak efektif, terutama dalam menciptakan peluang di lini serang.
Prospek Musim Lanjutan
Masih ada enam pertandingan tersisa dalam fase reguler. Persijap Jepara kini menargetkan mengumpulkan setidaknya 10 poin tambahan untuk mengamankan posisi aman di tengah tabel dan berpotensi bersaing untuk tempat playoff. Fokus utama akan tetap pada konsistensi pertahanan dan eksploitasi kecepatan pemain sayap.
Semen Padang, di sisi lain, harus memperbaiki pertahanan dan meningkatkan efisiensi serangan jika ingin keluar dari zona merah. Pelatih Nahumarury berjanji akan melakukan perubahan taktis pada pertandingan berikutnya, termasuk rotasi pemain dan penyesuaian formasi.
Dengan Debut gol Rendi Saepul yang menjadi katalisator kemenangan, Persijap Jepara menunjukkan bahwa kombinasi semangat muda dan strategi matang dapat mengubah nasib tim dalam kompetisi yang kompetitif.
