Keuangan.id – 22 April 2026 | CSED‑INDEF, lembaga riset yang berfokus pada pengembangan ekonomi Islam, menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil peran utama dalam mengkoordinasikan harmonisasi standar syariah global melalui platform B57+.
Kenapa B57+ penting?
Platform B57+ merupakan inisiatif internasional yang bertujuan menyatukan standar keuangan syariah di berbagai negara, sehingga memudahkan aliran modal lintas batas dan meningkatkan kepercayaan investor.
Peran Indonesia sebagai pemimpin
Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar dan jaringan keuangan Islam yang luas, Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjadi hub ekonomi Islam. Memimpin proses harmonisasi akan memungkinkan negara ini menarik investasi baru, memperkuat regulasi domestik, dan meningkatkan daya saing produk keuangan syariah.
- Mengintegrasikan standar B57+ dengan regulasi OJK.
- Mendorong kerja sama antara bank syariah, lembaga keuangan, dan otoritas pasar modal.
- Menjadi pusat data dan riset standar syariah untuk pasar global.
Tindakan yang direkomendasikan
CSED‑INDEF menyarankan beberapa langkah konkret, antara lain:
- Penetapan tim lintas sektoral yang mengawasi implementasi standar.
- Penyusunan roadmap harmonisasi selama lima tahun ke depan.
- Pelatihan intensif bagi regulator dan pelaku pasar tentang standar B57+.
- Penguatan kerjasama dengan lembaga internasional seperti AAOIFI dan IFSB.
Jika Indonesia berhasil memimpin harmonisasi standar syariah, negara ini tidak hanya akan meningkatkan arus investasi asing, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai pusat keuangan Islam yang terpercaya.
