Keuangan.id – 08 April 2026 | CIMB Group Holdings Berhad memperluas layanan wealth dan menargetkan segmen affluent di kawasan ASEAN seiring pertumbuhan cepat populasi berpendapatan tinggi. Ekspansi ini menjadi bagian integral dari strategi Forward30 yang bertujuan memperkuat basis dana simpanan serta menciptakan peluang cross‑sell produk investasi, pembiayaan, dan konsultasi.
- Populasi affluent di ASEAN diproyeksikan tumbuh 5‑6 % per tahun dan dapat menyentuh 65‑70 % dari total populasi pada 2030.
- Indonesia dipandang sebagai pasar utama dengan potensi besar, termasuk dalam segmen wealth syariah.
- Layanan wealth kini didukung oleh pendekatan holistik, review portofolio berbasis insight, event wealth, serta tim Chief Investment Office dan Relationship Manager.
- Teknologi AI diintegrasikan untuk pemantauan portofolio real‑time dan rekomendasi investasi yang lebih personal.
Ekspansi ini juga mendukung strategi Forward30 dalam memperkuat dana simpanan (CASA) sebagai sumber pendanaan stabil. Berikut adalah data kunci per Desember 2025:
| Item | Nilai |
|---|---|
| Total Dana Pihak Ketiga | RM524,4 miliar |
| CASA | RM224,1 miliar |
| Rasio CASA | 42,7 % |
Pada Januari 2026, CIMB meluncurkan layanan CIMB Private Wealth di Indonesia dengan rencana ekspansi ke Malaysia dan negara ASEAN lainnya. Lani Darmawan, Presiden Direktur dan CEO PT Bank CIMB Niaga Tbk, menekankan bahwa pasar Indonesia menawarkan peluang signifikan berkat pertumbuhan kelas menengah atas serta kebutuhan akan konsultasi keuangan jangka panjang. Ia menambahkan bahwa strategi CIMB Niaga tidak sekadar mengejar pertumbuhan, melainkan menitikberatkan pada profitabilitas dan kualitas nasabah.
Dengan langkah ini, CIMB berharap dapat menambah basis nasabah affluent, memperkuat dana simpanan, serta menyediakan layanan wealth management yang berkelanjutan bagi klien di seluruh wilayah ASEAN.











