Keuangan.id – 01 Mei 2026 | Pengadilan Niaga di Beijing mengeluarkan putusan yang mengejutkan industri otomotif listrik: BYD dinyatakan kalah dalam sengketa merek dagang yang melibatkan sub‑brandnya, Denza. Keputusan ini memaksa BYD untuk melakukan rebranding dan mengganti nama Denza menjadi Danza, sebuah langkah yang menimbulkan pertanyaan besar tentang strategi merek dan dampaknya pada pasar kendaraan listrik.
Sengketa Merek BYD dan Implikasinya
Kasus bermula ketika perusahaan lain mengklaim hak atas nama “Denza” yang telah digunakan BYD sejak peluncuran pertama pada 2015. Pengadilan menilai bahwa BYD tidak memenuhi persyaratan pendaftaran merek yang lengkap, sehingga memutuskan bahwa hak eksklusif atas nama tersebut tidak dapat dipertahankan. Putusan ini bukan hanya soal nama, melainkan mencerminkan persaingan sengit di antara produsen kendaraan listrik asal China yang berusaha menguasai ruang merek premium.
Dalam pernyataannya, pihak BYD menyatakan komitmen untuk tetap melanjutkan inovasi tanpa mengurangi kepercayaan konsumen. Manajemen menegaskan bahwa perubahan nama tidak akan memengaruhi kualitas produk, layanan purna jual, maupun jaringan distribusi yang telah terbangun selama lebih dari satu dekade.
Rebranding: Dari Denza Menjadi Danza
Langkah rebranding dipandang sebagai upaya cepat untuk menyesuaikan diri dengan keputusan pengadilan. Nama baru “Danza” dipilih karena kedekatannya dengan identitas asal namun tetap unik secara hukum. Tim pemasaran BYD merancang kampanye komunikasi yang menekankan evolusi merek, menyoroti bahwa teknologi dan filosofi desain tetap konsisten.
Strategi ini juga menjadi kesempatan bagi BYD untuk memperkuat citra premium melalui produk-produk unggulan, terutama pada segmen MPV mewah yang kini menjadi sorotan utama.
Denza D9 Generasi Kedua: Spesifikasi yang Membuat Heboh
Produk utama yang akan dikenalkan di bawah nama Danza adalah MPV D9 generasi kedua. Kendaraan ini tersedia dalam varian plug‑in hybrid (PHEV) dan battery‑electric vehicle (BEV), menawarkan performa serta jangkauan yang luar biasa.
- Daya tempuh total hingga 1.521 km (PHEV) ketika tangki bahan bakar dan baterai terisi penuh.
- Flash charging mengisi baterai dari 10% ke 70% dalam hanya lima menit.
- 0‑100 km/jam dalam 7,3 detik berkat kombinasi mesin turbo 1,5 L dan dua motor listrik.
- Kapasitas baterai Blade generasi terbaru: 66,5 kWh.
- Varian BEV menampilkan motor maksimal 340 kW dengan jangkauan 750‑800 km.
- Kabin mewah dengan 10 layar independen, sistem suspensi DiSus‑C, serta bantuan pengemudi God’s Eye 5.0 dengan tiga LiDAR.
- Harga di pasar China berkisar Rp936 jutaan – Rp1,19 miliar, tergantung varian.
Dengan fitur-fitur futuristik ini, Danza D9 siap menantang posisi MPV premium tradisional dan menegaskan ambisi BYD dalam segmen kendaraan mewah.
Hypercar Yangwang U9 Xtreme: Bukti Kekuatan BYD di Segmen Ultra‑Premium
Sementara rebranding sedang berlangsung, BYD tidak melupakan upaya menancapkan namanya di level tertinggi otomotif. Pada Beijing Auto Show 2026, sub‑brand premium Yangwang meluncurkan hypercar listrik U9 Xtreme yang terjual dengan harga lebih dari 20 juta yuan (sekitar Rp50,6 miliar) per unit. Hanya 30 unit yang diproduksi, mobil ini dilengkapi tenaga lebih dari 3.000 hp, sistem kelistrikan 1.200 volt, serta suspensi aktif DiSus‑X dan rem karbon‑keramik.
Prestasi performa U9 Xtreme, termasuk catatan Nürburgring 6 menit 59,157 detik, menegaskan bahwa BYD tidak hanya bersaing dalam volume penjualan, tetapi juga dalam teknologi kelas dunia.
Dampak pada Pasar Mobil Listrik
Keputusan pengadilan dan langkah rebranding diperkirakan menimbulkan gelombang penyesuaian pada dealer, konsumen, dan investor. Di satu sisi, perubahan nama dapat menimbulkan kebingungan awal, namun strategi komunikasi yang terintegrasi diharapkan memperkecil risiko tersebut.
Pemilik kendaraan Denza yang telah dipesan sebelumnya akan diberikan opsi pembaruan dokumen serta penyesuaian garansi tanpa biaya tambahan. Di pasar internasional, nama Danza mungkin akan lebih mudah diterima karena tidak ada konflik merek yang serupa.
Secara keseluruhan, langkah ini memperlihatkan dinamika kompetitif di industri EV China, di mana inovasi teknis bersaing dengan perlindungan hak kekayaan intelektual. BYD tetap menonjol dengan portofolio yang meliputi hypercar ultra‑premium hingga MPV mewah, menegaskan posisi sebagai pemain utama yang mampu beradaptasi cepat.
Dengan kombinasi produk berteknologi tinggi, harga kompetitif, dan strategi branding yang agresif, BYD dan Danza diperkirakan akan terus memimpin pertumbuhan pasar kendaraan listrik di Asia dan berpotensi memperluas pangsa di pasar global.
