Keuangan.id – 22 Mei 2026 | Kenaikan suku bunga moneter Bank Indonesia (BI) sebesar 50 basis poin (bps) tidak membuat Bank Tabungan Negara (BTN) meningkatkan bunga pinjaman kredit rumah (KPR).
Berdasarkan data BTN, pinjaman KPR dengan suku bunga tetap (fixed rate) masih mendominasi, sehingga efek kenaikan bunga tidak instan.
BTN memiliki pinjaman KPR sebesar Rp 1,3 triliun, di mana sekitar 90% pinjaman tersebut berbentuk tetap.
Kenaikan suku bunga moneter akan mempengaruhi pinjaman KPR dengan suku bunga bervariasi (floating rate) yang hanya 10% saja.
BTN akan terus memantau perkembangan suku bunga moneter dan menyesuaikan strategi bisnisnya.
Perusahaan akan terus memberi pinjaman KPR kepada pelanggan dengan bunga yang kompetitif.











