Keuangan.id – 10 April 2026 | Bank Syariah Indonesia (BSI) menyatakan kesiapan penuh untuk mempercepat pembiayaan tiga program strategis setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengusulkan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB). Revisi tersebut diharapkan dapat memberi ruang lebih leluasa bagi lembaga keuangan dalam menyalurkan dana ke sektor yang dianggap prioritas pembangunan nasional.
Ketiga program yang menjadi fokus BSI meliputi:
- Makan Bergizi Gratis (MBG): inisiatif yang bertujuan menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi anak-anak di daerah miskin, dengan harapan menurunkan tingkat stunting.
- Program Tiga Juta Rumah: upaya pemerintah untuk menambah pasokan rumah layak huni bagi keluarga berpenghasilan rendah, khususnya di wilayah perkotaan yang mengalami tekanan permintaan perumahan.
- Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP): program pemberdayaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan yang berfokus pada peningkatan akses keuangan, pelatihan usaha, dan penyediaan modal kerja.
Dengan revisi RBB, BSI berencana menyesuaikan alokasi kredit, meningkatkan produk syariah yang mendukung sektor-sektor tersebut, serta memperluas jaringan kantor cabang dan unit layanan digital. Hal ini diharapkan dapat menurunkan biaya transaksi bagi penerima manfaat dan mempercepat pencairan dana.
Pihak BSI menegaskan bahwa semua pembiayaan akan tetap mengacu pada prinsip syariah, termasuk penggunaan akad yang sesuai, transparansi biaya, dan kepatuhan terhadap regulasi OJK. Selain itu, bank berkomitmen untuk melakukan monitoring ketat atas penggunaan dana, memastikan bahwa setiap rupiah yang disalurkan tepat sasaran dan menghasilkan dampak sosial yang terukur.
Para pengamat ekonomi menilai langkah BSI ini sejalan dengan agenda pemerintah untuk memperkuat inklusi keuangan serta menggerakkan sektor riil. Jika implementasinya berhasil, program-program tersebut dapat menjadi model bagi lembaga keuangan lain dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.











