Keuangan.id – 13 Mei 2026 | Bank Syariah Indonesia (BSI) optimis bahwa kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak akan terlalu pengaruhi kinerja perseroan.
Sejak bulan Desember 2022, BI telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,25% per 31 Desember 2022, sehingga membuat banyak industri keuangan khawatir akan dampaknya pada kinerja perseroan.
Tapi, menurut BSI, model bisnis syariahnya menjadi perisai yang kuat untuk melawan kenaikan suku bunga.
BSI memiliki kelebihan dalam hal biaya operasional yang lebih rendah dan struktur modal yang lebih kuat.
Hal ini membuat BSI lebih tahan terhadap kenaikan suku bunga.
Dengan demikian, BSI tetap optimis bahwa kinerjanya tidak akan terganggu oleh kenaikan suku bunga.











