BRI Kantongi Laba Rp7,73 Triliun per Februari 2026, Tumbuh 17,12 Persen

BRI Kantongi Laba Rp7,73 Triliun per Februari 2026, Tumbuh 17,12 Persen
BRI Kantongi Laba Rp7,73 Triliun per Februari 2026, Tumbuh 17,12 Persen

Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat laba bersih bank only pada bulan Februari 2026 sebesar Rp7,73 triliun, meningkat 17,12 persen secara tahunan dibandingkan Februari 2025 yang hanya Rp6,60 triliun.

Poin utama:

  • Laba bersih BRI Februari 2026: Rp7,73 triliun (naik 17,12% yoy).
  • Penyaluran kredit: Rp1.346,16 triliun (naik 10,49% yoy), melampaui target pertumbuhan tahunan 7‑9%.
  • Net interest income (NII): Rp19,14 triliun (naik 4,84% yoy).
  • Dana pihak ketiga (DPK): Rp1.508,84 triliun (naik 9,26% yoy).
  • Total aset: Rp1.983,03 triliun (naik 6,46% yoy).

Penyaluran kredit BRI terus berada pada level double‑digit. Pada akhir Februari 2026, kredit yang diberikan mencapai Rp1.346,16 triliun, naik 10,49 persen dibandingkan dengan Rp1.218,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini berada di atas proyeksi pertumbuhan tahunan bank yang ditetapkan antara 7 hingga 9 persen.

Pendapatan bunga yang dihasilkan dari penyaluran kredit mencapai Rp25,88 triliun, sedikit turun 1,25 persen yoy. Beban bunga turun lebih tajam, sebesar 15,22 persen yoy menjadi Rp6,74 triliun. Akibat selisih yang lebih menguntungkan, NII BRI naik menjadi Rp19,14 triliun, meningkat 4,84 persen dibandingkan Februari 2025.

Dari sisi penghimpunan, dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp1.508,84 triliun, naik 9,26 persen yoy. Komposisinya terdiri dari giro Rp428,89 triliun, tabungan Rp588,38 triliun, dan deposito Rp491,57 triliun.

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dan penghimpunan, total aset BRI pada Februari 2026 mencapai Rp1.983,03 triliun, meningkat 6,46 persen dibandingkan dengan Rp1.862,75 triliun pada Februari 2025.

Kinerja solid ini mencerminkan strategi BRI dalam memperkuat intermediasi keuangan, khususnya dalam mendukung sektor UMKM melalui kredit yang terus bertumbuh, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya bunga.

Exit mobile version