Keuangan.id – 30 April 2026 | Bank Rakyat Indonesia (BRI) melaporkan BRI laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun untuk kuartal I 2026, menandai pertumbuhan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Faktor Pendorong Pertumbuhan
- Peningkatan pendapatan bunga dari portofolio kredit konsumer dan korporasi.
- Efisiensi operasional melalui digitalisasi layanan perbankan.
- Pengendalian biaya operasional dan provisi yang lebih ketat.
- Kenaikan volume pinjaman di sektor UMKM.
Ringkasan Kinerja Keuangan
| Keterangan | Q1 2026 | Q1 2025 |
|---|---|---|
| Laba Bersih | Rp 15,5 triliun | Rp 13,2 triliun |
| Pendapatan Bunga | Rp 25,0 triliun | Rp 22,5 triliun |
| Rasio NPL | 1,5% | 1,7% |
Dengan pencapaian tersebut, BRI menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisi di pasar domestik sekaligus meningkatkan profitabilitas melalui strategi pertumbuhan berkelanjutan. Manajemen menargetkan laba bersih tahunan mendekati Rp 60 triliun, mengandalkan ekspansi layanan digital dan penetrasi kredit yang lebih luas.
Para analis memperkirakan bahwa faktor makroekonomi yang mendukung, seperti stabilitas inflasi dan kebijakan moneter yang prudent, akan terus memberi ruang bagi BRI untuk memperluas basis nasabah dan meningkatkan margin keuntungan.











