Keuangan.id – 14 April 2026 | Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil menurunkan cost of fund (CoF) menjadi 2,87% pada kuartal terakhir, menandakan keberhasilan strategi dana murah yang dijalankan melalui inisiatif BRIvolution Reignite. Penurunan CoF ini memberikan ruang bagi BRI untuk meningkatkan margin bunga bersih (NIM) sekaligus menjaga likuiditas jangka panjang.
Cost of fund adalah biaya rata‑rata yang harus dibayar bank untuk mengumpulkan dana, baik dari simpanan nasabah, pasar uang, maupun sumber pendanaan lainnya. Semakin rendah CoF, semakin besar potensi profitabilitas bank karena selisih antara pendapatan bunga dan biaya dana menjadi lebih lebar.
Strategi BRI berfokus pada tiga pilar utama:
- Penguatan dana murah: Memperbanyak simpanan berjangka dan tabungan reguler dengan tingkat suku bunga kompetitif.
- Optimalisasi platform BRIvolution Reignite: Memperkenalkan produk digital yang mempermudah nasabah membuka rekening dan menabung secara online, menurunkan biaya operasional.
- Manajemen likuiditas proaktif: Mengatur alokasi dana pada instrumen pasar uang yang likuid namun berbiaya rendah.
Hasilnya, BRI mampu menurunkan CoF sebesar 0,35 poin persentase dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara rata‑rata industri perbankan tetap berada di kisaran 3,2%.
| Bank | Cost of Fund |
|---|---|
| BRI | 2,87% |
| Mandiri | 3,15% |
| BNI | 3,22% |
Penurunan CoF memberikan dampak positif pada NIM BRI, yang diproyeksikan naik menjadi sekitar 5,2% pada akhir tahun, mendekati target jangka menengah bank. Selain itu, likuiditas BRI tetap kuat dengan rasio likuiditas (LDR) berada di bawah 80%, menandakan kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tanpa mengorbankan pertumbuhan kredit.
Para analis menilai bahwa keberhasilan strategi dana murah BRI tidak hanya bersifat temporer. Dengan basis nasabah yang luas, terutama di wilayah pedesaan, serta adopsi teknologi digital yang terus meningkat, BRI diperkirakan dapat mempertahankan CoF yang rendah selama beberapa tahun ke depan.











