Keuangan.id – 16 Maret 2026 | Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, kembali menjadi sorotan usai timnya gagal menambah tiga poin di markas Borneo FC. Meskipun hasil tersebut menurunkan posisi klasemen, Bojan menegaskan bahwa catatan positif Persib selama bulan Ramadan tetap menjadi bukti konsistensi dan semangat juang yang tinggi.
Catatan Positif Persib di Bulan Ramadan
Sejak awal puasa, Persib menunjukkan performa yang mengesankan. Tim mencatat rata-rata penguasaan bola di atas 55 persen, mencetak 12 gol, dan hanya kebobolan 4 kali dalam lima laga yang dijalani. Statistik tersebut menempatkan Persib sebagai salah satu tim dengan pertahanan paling solid di Liga 1 pada periode tersebut.
- Rata-rata penguasaan bola: 57%
- Gol yang dicetak: 12
- Gol kebobolan: 4
- Jumlah poin terkumpul: 10 dari 5 pertandingan
Keberhasilan ini tidak lepas dari kebijakan rotasi pemain yang diterapkan Bojan, memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk beradaptasi dalam tekanan kompetisi sekaligus menjaga kebugaran pemain senior yang menjalani puasa.
Kekalahan di Markas Borneo FC
Pertandingan melawan Borneo FC di Stadion Segiri berakhir dengan skor 1-0 untuk tuan rumah. Kekalahan tersebut mengakibatkan Persib kehilangan dua poin penting, menurunkan mereka satu posisi di papan klasemen. Bojan mengungkap beberapa faktor yang berkontribusi pada hasil tersebut.
Menurut Bojan, kelelahan menjadi faktor utama. “Kami menjalani puasa penuh, dan meskipun kami sudah mengatur pola makan dan istirahat, intensitas pertandingan tetap menuntut energi ekstra,” ujar pelatih. Selain itu, Bojan menilai bahwa taktik bertahan terlalu konservatif pada babak pertama memberi ruang bagi Borneo FC mengendalikan permainan di lini tengah.
Kesalahan individu juga menjadi sorotan. Bojan menyebutkan bahwa keputusan defensif pada menit-menit akhir pertandingan, khususnya penempatan bek yang terlalu jauh dari garis tengah, memberikan peluang bagi penyerang Borneo untuk mencetak gol penentu.
Strategi Bojan Menjelang Pertandingan Selanjutnya
Menatap laga berikutnya, Bojan bertekad memperbaiki beberapa aspek penting. Pertama, ia berencana meningkatkan intensitas latihan fisik pada sore hari menjelang pertandingan, sehingga pemain dapat menyesuaikan diri dengan ritme puasa dan tetap menjaga stamina.
Kedua, taktik menyerang akan dioptimalkan dengan memperbanyak pergerakan sayap, memanfaatkan kecepatan penyerang sayap Persib yang telah terbukti efektif pada laga Ramadan sebelumnya. Bojan juga menegaskan pentingnya rotasi pemain, memberi waktu istirahat yang cukup bagi pemain inti agar tidak mengalami penurunan performa.
Terakhir, Bojan menekankan pada aspek mental. “Kami harus tetap fokus pada tujuan jangka panjang, bukan terjebak pada satu kekalahan. Pemain harus memahami bahwa setiap pertandingan adalah peluang untuk memperbaiki diri,” kata Bojan dengan optimisme.
Dengan catatan positif yang terus berlanjut selama Ramadan, diharapkan Persib dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk bangkit kembali dan mengumpulkan poin penting pada pertandingan-pertandingan mendatang.











