Keuangan.id – 14 April 2026 | BlackRock mencatat keuntungan signifikan dari posisinya pada saham ENRG (Energi Rakyat). Kenaikan harga saham ENRG dalam beberapa pekan terakhir memperkuat aliran dana masuk, menjadikan BlackRock salah satu pemegang saham terbesar dengan margin profit yang mengesankan.
Berbagai analis memperbarui rekomendasi mereka setelah melihat pergerakan harga dan perubahan aliran dana. Secara umum, valuasi ENRG masih dianggap menarik meski telah mengalami rally. Berikut ringkasan penilaian terbaru:
| Analyst | Target Price (IDR) | Current Price (IDR) | Upside (%) |
|---|---|---|---|
| Bank XYZ | 1.850 | 1.620 | 14.2 |
| Sekuritas ABC | 1.900 | 1.620 | 17.3 |
| Research Firm DEF | 1.870 | 1.620 | 15.4 |
Valuasi utama yang dipertimbangkan meliputi price‑to‑earnings (P/E) sekitar 8,5 kali laba bersih tahun terakhir, serta price‑to‑book (P/B) di kisaran 1,2 kali nilai buku. Kedua rasio tersebut berada di bawah rata‑rata industri, menandakan ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut.
Selain BlackRock, terdapat sejumlah institusi lain yang masih menambah kepemilikan ENRG. Investor yang terus mengumpulkan saham meliputi:
- Dana Pensiun Nasional
- Manajer Investasi Regional
- Beberapa reksa dana saham kecil yang fokus pada sektor energi terbarukan
Motivasi mereka beragam, mulai dari ekspektasi kebijakan pemerintah yang mendukung energi terbarukan hingga prospek peningkatan produksi dan penjualan listrik. Namun, tidak semua pelaku pasar bersikap optimis; sebagian investor memperhatikan volatilitas harga komoditas dan potensi regulasi yang dapat mempengaruhi margin keuntungan.
Kesimpulannya, meskipun BlackRock telah mengunci keuntungan besar dari ENRG, masih ada kelompok investor yang menilai saham ini undervalued dan terus menambah posisi. Bagi investor ritel, penting untuk meninjau ulang target harga, rasio valuasi, serta aliran dana institusional sebelum memutuskan masuk atau menambah eksposur pada ENRG.











