Keuangan.id – 15 April 2026 | Bank-bank besar di Indonesia tetap optimis bahwa layanan bank garansi akan mencatat pertumbuhan positif pada tahun ini, meskipun menghadapi lanskap ekonomi yang penuh ketidakpastian. Sektor ini dipandang sebagai pilar penting bagi kegiatan proyek infrastruktur dan perdagangan, serta berpotensi menghasilkan keuntungan signifikan bagi institusi keuangan.
Berbagai faktor memengaruhi dinamika bisnis bank garansi, antara lain:
- Fluktuasi nilai tukar yang dapat memengaruhi biaya proyek luar negeri.
- Penurunan kepercayaan konsumen akibat inflasi tinggi dan suku bunga yang naik.
- Ketegangan geopolitik yang menunda atau membatalkan investasi lintas batas.
Namun, bank-bank tersebut menyoroti beberapa pendorong pertumbuhan yang masih kuat:
- Lonjakan permintaan proyek infrastruktur pemerintah, terutama di sektor transportasi dan energi.
- Peningkatan aktivitas perdagangan internasional yang membutuhkan jaminan pembayaran.
- Adopsi teknologi digital yang mempercepat proses penerbitan bank garansi.
Berikut perkiraan indikator kinerja layanan bank garansi untuk 2024 berdasarkan survei internal bank-bank utama:
| Indikator | 2023 | Proyeksi 2024 |
|---|---|---|
| Volume penerbitan (miliar Rp) | 12,5 | 14,8 |
| Nilai total garansi (miliar Rp) | 85,0 | 101,2 |
| Pertumbuhan tahunan (%) | 6,2% | 7,9% |
Secara keseluruhan, meskipun ketidakpastian ekonomi menambah tantangan, sektor layanan bank garansi diperkirakan tetap memberikan kontribusi positif terhadap profitabilitas bank, sekaligus menjadi instrumen kunci dalam mendukung proyek‑proyek pembangunan nasional.











