Keuangan.id – 23 April 2026 | Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level 4,75 persen menjelang kuartal pertama 2026. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan dinamika nilai tukar rupiah, tekanan inflasi, serta kondisi ekonomi global yang masih belum stabil.
Faktor-faktor utama yang memengaruhi keputusan
- Rupiah: Mata uang domestik terus mengalami tekanan akibat aliran modal keluar dan fluktuasi harga komoditas.
- Inflasi: Tingkat inflasi masih berada di atas target Bank Indonesia, menuntut kebijakan moneter yang hati-hati.
- Tekanan global: Kondisi ekonomi dunia, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral utama, memberikan dampak signifikan pada arus perdagangan dan nilai tukar.
Data inflasi terbaru
| Bulan | Inflasi YoY |
|---|---|
| Januari 2026 | 4,2% |
| Februari 2026 | 4,5% |
| Maret 2026 | 4,8% |
Dengan data tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga sekaligus menghindari volatilitas berlebih pada nilai tukar rupiah. Kebijakan ini diharapkan dapat menstabilkan ekspektasi pasar dan memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih berkelanjutan.











