Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Gempur Persis Solo, Sementara Insiden U‑20 Fadly Alberto Menjadi Sorotan

Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Gempur Persis Solo, Sementara Insiden U‑20 Fadly Alberto Menjadi Sorotan
Bhayangkara Presisi Lampung FC Siap Gempur Persis Solo, Sementara Insiden U‑20 Fadly Alberto Menjadi Sorotan

Keuangan.id – 21 April 2026 | Dalam minggu menjelang pertandingan pekan ke-29 BRI Super League, Bhayangkara Presisi Lampung FC memusatkan perhatian pada persiapan fisik dan taktik untuk menantang tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan. Di samping ambisi meraih poin penting, klub juga harus menangani sorotan publik terkait insiden kekerasan yang terjadi pada tim U‑20, ketika pemain Fadly Alberto Hengga melancarkan tendangan kungfu ke arah lawan Dewa United Banten FC U‑20.

Persiapan Tim Senior untuk Laga Persis Solo

Pelatih asal Irlandia, Paul Munster, mengadakan sesi latihan intensif di Stadion Madya GBK, Senayan, pada Jumat (27/6/2025). Selama latihan, ia menegaskan bahwa tidak ada keuntungan khusus yang dapat diambil dari keberadaan tiga mantan pemain Persis Solo yang kini memperkuat skuad Bhayangkara, yaitu Moussa Sidibe, Sho Yamamoto, dan Ryo Matsumura. “Tidak, saya juga mengenal pemain Persis Solo, jadi tidak ada keuntungan. Semua orang saling mengenal di BRI Super League, jadi ini normal,” ujar Munster.

Sidibe, pemain asal Mali, menjadi sorotan utama dengan catatan 10 gol dan enam assist dalam 11 laga. Yamamoto dan Matsumura masing‑masing memberikan kontribusi dalam gelandang dan lini belakang. Bhayangkara tiba di laga ini dengan hasil kemenangan 2‑1 atas PSIM Yogyakarta, menempati posisi keempat dengan 47 poin, sementara Persis Solo berada di zona degradasi pada peringkat ke‑16 dengan 24 poin.

Eks Pemain Persis di Bhayangkara: Kelebihan atau Beban?

Keberadaan eks pemain Persis memberikan dinamika tersendiri. Sidibe, yang pernah menjadi andalan Persis di musim 2022/2024, kini menjadi mesin gol Bhayangkara. Matsumura, yang sempat bergabung pada musim 2022/2024, kembali menunjukkan kemampuan teknisnya di lini tengah. Yamamoto, yang bermain bersamaan dengan Sidibe pada musim 2023/2024, menambah variasi serangan lewat sayap kiri.

Namun, Munster menegaskan bahwa pengetahuan taktik lawan tidak serta merta menjadi faktor penentu. “Semua pertandingan di Super League merupakan laga yang sulit. Mau melawan tim papan atas ataupun papan bawah sama saja,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa mentalitas tim yang solid menjadi kunci utama, terutama mengingat Persis akan berjuang menghindari degradasi.

Insiden Fadly Alberto di EPA U‑20 dan Tindak Lanjut Klub

Pada Minggu (19/4), laga EPA U‑20 antara Bhayangkara Presisi Lampung FC U‑20 melawan Dewa United Banten FC U‑20 berakhir dengan kontroversi. Setelah keputusan wasit mengesahkan gol Dewa United yang diperdebatkan offside, ketegangan memuncak. Fadly Alberto Hengga, pemain berbakat yang pernah memperkuat Timnas Indonesia, melontarkan tendangan keras dari belakang ke arah pemain lawan, Rakha Nurkholis. Aksi tersebut terekam kamera dan viral di media sosial.

Fadly kemudian mengeluarkan pernyataan resmi melalui Instagram, mengaku menyesal dan meminta maaf kepada Rakha, tim Dewa United, manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC, serta seluruh pecinta sepak bola Indonesia. Ia juga menyebut dugaan ucapan rasis yang memicu emosinya, meski klub menegaskan tidak ada bukti resmi tentang hal tersebut.

Manajer tim U‑20, Yongky Pandu, menjelaskan bahwa klub sedang melakukan evaluasi internal. “Kami tidak membenarkan tindakan pemain kami. Ini jelas tidak baik, apalagi pada level pembinaan. Kami akan melakukan proses disiplin sesuai regulasi PSSI,” kata Yongky. Klub juga berkoordinasi dengan Komite Disiplin PSSI untuk menilai kemungkinan sanksi tambahan.

Selain Fadly, dua pemain lain yang terlibat dalam keributan juga berada dalam proses peninjauan perilaku. Bhayangkara Presisi Lampung FC menegaskan komitmen pada nilai disiplin, respek, dan sportivitas sebagai fondasi utama pembinaan pemain muda.

Dengan kombinasi antara fokus pada performa tim senior dan penanganan serius terhadap insiden di tingkat muda, Bhayangkara Presisi Lampung FC berharap dapat menampilkan permainan yang kompetitif dan beretika pada laga mendatang melawan Persis Solo.

Jika Bhayangkara dapat mengoptimalkan kontribusi pemain eks Persis sekaligus menegakkan disiplin internal, peluang meraih tiga poin melawan Persis Solo menjadi lebih realistis. Namun, tekanan dari zona degradasi Persis dan ekspektasi publik menuntut performa konsisten dari kedua tim.

Ke depan, klub akan terus memantau perkembangan pemain muda, memastikan bahwa insiden serupa tidak terulang, sekaligus memperkuat mentalitas juara pada skuad senior.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *