Keuangan.id – 25 April 2026 | Pertandingan Dewa United melawan Persib Bandung di Banten Internasional Stadium berakhir imbang 2-2 pada Senin (20/4/2026). Sorotan utama tidak hanya pada dua gol yang dipertanyakan, melainkan juga pada ketidakhadiran salah satu gelandang andalan Dewa United, Kodai Tanaka.
Absennya Kodai Tanaka
Klub belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan Tanaka tidak masuk dalam skuad. Beberapa pihak menebak bahwa pemain Jepang tersebut mungkin sedang dalam proses pemulihan cedera yang diderita pada sesi latihan minggu lalu, atau terikat dengan urusan internasional yang belum memungkinkan ia berangkat bersama tim. Hingga kini, pelatih Dewa United tetap menekankan fokus tim pada pertandingan tanpa mengungkap detail lebih lanjut.
Kontroversi Dua Gol Dewa United
Komite Wasit PSSI melalui Kepala Departemen Wasit Pratap Singh mengonfirmasi bahwa dua gol Dewa United sah setelah tinjauan ulang menggunakan VAR. Gol pertama oleh Alex Martins dianggap legal karena asisten wasit tidak memberi sinyal bola keluar. Pratap menjelaskan bahwa posisi asisten wasit berada sekitar 50‑55 meter dari bola dan pandangannya terhalang tiang gawang serta kaki pemain, sehingga keputusan melanjutkan permainan dipertahankan.
Gol kedua, yang dicetak Ricky Kambuaya, sempat dipertanyakan karena adanya kontak bola dengan tangan Alex Martins. Namun, Pratap menegaskan bahwa itu merupakan defleksi alami, bukan pelanggaran sengaja. Menurut Pasal 12 Laws of the Game, sentuhan tangan tidak disengaja tidak dianggap pelanggaran bila bola berubah arah secara tak terduga.
Implikasi Teknologi VAR di Indonesia
Keputusan Komite Wasit menyoroti keterbatasan teknologi VAR di tanah air. Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa mengakui bahwa belum ada goal‑line technology yang mampu memastikan apakah bola sepenuhnya melewati garis gawang. Insiden ini memicu desakan agar sistem kamera tambahan dan teknologi garis gawang segera diimplementasikan.
Reaksi Tim dan Penggemar
- Pelatih Dewa United mengapresiasi keputusan wasit dan menekankan pentingnya konsistensi dalam keputusan teknis.
- Penggemar Persib menilai bahwa gol-gol tersebut memberi keuntungan tidak adil bagi Dewa United, meski hasil akhir tetap imbang.
- Pengamat sepakbola menyarankan agar PSSI mempercepat adopsi teknologi modern untuk mengurangi kontroversi serupa di masa depan.
Meskipun perdebatan masih berlangsung, pertandingan ini menegaskan bahwa faktor tak terduga—baik itu keputusan wasit, teknologi, maupun ketidakhadiran pemain kunci seperti Kodai Tanaka—bisa memengaruhi dinamika laga di Liga 1.
Ke depannya, Dewa United diharapkan dapat mengoptimalkan formasi tanpa Tanaka, sementara Persib berusaha memperbaiki pertahanan agar tidak lagi terganggu oleh keputusan yang dipertanyakan.











