Keuangan.id – 10 April 2026 | Bek Persib Bandung, Frans Putros, menjadi sorotan publik setelah berhasil membantu Tim Nasional Irak meraih tiket ke Piala Dunia 2026. Keberhasilan ini menandai kembali kehadiran Irak di turnamen paling bergengsi setelah absen selama 40 tahun, terakhir kali pada Piala Dunia Meksiko 1986. Putros, yang berposisi sebagai bek tengah Persib, menyatakan kebanggaan mendalam atas pencapaian tersebut dan menegaskan bahwa ia akan menjadi pemain Persib pertama yang berkompetisi di ajang global itu.
Lolos ke Piala Dunia 2026
Tim Irak memastikan tiket ke Piala Dunia setelah mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1 pada laga play‑off interkontinental yang digelar di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, pada 1 April 2026. Gol penentu kemenangan dicetak oleh Ali Al‑Hamadi pada menit ke‑10 dan Aymen Hussein pada menit ke‑53. Walaupun Putros tidak bermain penuh pada pertandingan penentu, perannya selama fase kualifikasi dianggap krusial. Kontribusinya dalam lini belakang memberi stabilitas bagi tim yang kemudian berhasil menembus babak final.
Reaksi Putros dan Bobotoh
“Ya, tentu sangat bangga. Sudah 40 tahun kami tidak lolos, terakhir kali tahun 1986 di Meksiko,” ujar Putros dalam konferensi pers di Bandung, Kamis 9 April 2026. Ia menambahkan bahwa kebanggaan tidak hanya dirasakan dirinya sendiri, melainkan juga seluruh tim Irak, rakyat Irak, dan keluarga di rumah. Putros mengungkapkan rasa terharu atas dukungan yang diterimanya dari Bobotoh, suporter Persib Bandung, yang mengirimkan ribuan pesan motivasi menjelang laga penentu. “Saya sangat berterima kasih kepada Bobotoh. Pesan‑pesan mereka membuat momen ini semakin istimewa,” katanya.
Tantangan di Grup I
Setelah lolos, Irak akan bergabung dalam Grup I yang berisi Prancis, Norwegia, dan Senegal. “Itu grup yang berat, ada Prancis, Norwegia, Senegal. Bukan grup yang mudah,” akui Putros. Meskipun demikian, ia menegaskan fokus pada pengalaman bermain di Piala Dunia dan tidak terlalu memikirkan kekuatan lawan. “Bagi saya, yang terpenting adalah menjadi bagian dari Piala Dunia dan membawa pulang kenangan indah,” tambahnya.
Dampak bagi Persib Bandung
Keberhasilan Putros memberikan sorotan tambahan bagi Persib Bandung. Sebagai klub yang selalu menekankan pengembangan pemain, pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa Persib mampu menghasilkan talenta yang bersaing di level internasional. Pelatih Bojan Hodak menyambut baik prestasi Putros dan menyatakan bahwa semangat internasional ini dapat menular pada rekan‑rekan satu tim di Liga 1. “Kami bangga memiliki pemain yang tidak hanya berkontribusi bagi klub, tetapi juga mengharumkan nama bangsa di panggung dunia,” ujar Hodak.
Selain menambah kebanggaan, pencapaian ini diharapkan dapat meningkatkan eksposur komersial Persib. Sponsor dan media lokal melaporkan peningkatan permintaan merchandise yang menampilkan nama Putros serta potensi kerjasama internasional yang lebih luas. Bagi para penggemar, terutama Bobotoh, keberhasilan Putros menjadi bukti bahwa dukungan mereka dapat berdampak positif tidak hanya bagi klub, tetapi juga bagi karier pemain di kancah internasional.
Putros sendiri menyatakan bahwa ia akan kembali fokus pada kompetisi domestik bersama Persib setelah kembali ke Bandung. “Saya sudah kembali ke Bandung dan siap memberikan yang terbaik di BRI Super League. Pengalaman di kualifikasi Piala Dunia memberi saya pelajaran berharga yang akan saya bawa ke lapangan,” ujar Putros.
Dengan pencapaian historis ini, Frans Putros tidak hanya menuliskan namanya dalam catatan Persib, tetapi juga mengukir sejarah bagi Tim Nasional Irak. Momen ini menjadi titik tolak baru bagi kariernya serta menegaskan peran penting Bobotoh dalam mendukung pemain mereka yang berjuang di kancah internasional.











