BEI Ubah Kriteria IDX30, LQ45, IDX80; Saham HSC Tersingkir

BEI Ubah Kriteria IDX30, LQ45, IDX80; Saham HSC Tersingkir
BEI Ubah Kriteria IDX30, LQ45, IDX80; Saham HSC Tersingkir

Keuangan.id – 22 April 2026 | Pasar modal Indonesia mengalami penyesuaian signifikan setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan perubahan pada kriteria utama indeks sahamnya. Revisi ini mencakup IDX30, LQ45, dan IDX80 dengan penekanan pada persyaratan free float, likuiditas, serta larangan saham HSC.

Kriteria IDX30 dan Perubahan Terkini

IDX30, sebagai indeks paling representatif, kini mengadopsi standar yang lebih ketat. Persyaratan free float minimum dinaikkan menjadi 10% dari total saham beredar, sementara likuiditas harian rata‑rata harus mencapai minimal IDR 100 miliar. Selain itu, saham yang tergolong High‑Speed Consolidation (HSC) dilarang masuk ke dalam indeks.

Penyesuaian pada IDX LQ45 dan IDX80

Perubahan serupa juga diterapkan pada IDX LQ45 dan IDX80. Kedua indeks tersebut akan mengikuti ketentuan free float 10% dan likuiditas yang sama, serta mengimplementasikan kebijakan pelarangan saham HSC. Hal ini bertujuan meningkatkan kualitas komponen indeks dan memberikan gambaran yang lebih akurat tentang likuiditas pasar.

Implikasi bagi Saham HSC

Saham yang termasuk dalam kategori HSC, yang sebelumnya masih dapat masuk ke dalam indeks, kini otomatis tersingkir. Contohnya, saham HSC yang sebelumnya tergabung dalam IDX30 tidak lagi memenuhi kriteria dan akan dihapus pada penyesuaian berikutnya. Investor yang memiliki eksposur pada saham HSC perlu meninjau kembali portofolio mereka.

Rangkuman Perubahan dalam Tabel

Indeks Kriteria Lama Kriteria Baru
IDX30 Free float 5%, likuiditas standar, tanpa larangan HSC Free float ≥10%, likuiditas ≥100 M, larangan HSC
IDX LQ45 Free float 5%, likuiditas standar Free float ≥10%, likuiditas ≥100 M, larangan HSC
IDX80 Free float 5%, likuiditas standar Free float ≥10%, likuiditas ≥100 M, larangan HSC

Dengan standar yang lebih ketat, diharapkan indeks-indeks ini dapat mencerminkan dinamika pasar yang lebih sehat dan meningkatkan kepercayaan investor domestik maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *