Keuangan.id – 06 Mei 2026 | Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini mengumumkan kebijakan yang menekankan peningkatan transparansi pada aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) bagi semua perusahaan tercatat. Kebijakan utama yang diperkenalkan adalah keharusan mengisi Form E020 serta penyediaan ESG Core Metrics yang lebih terstandardisasi.
Tujuan Penguatan Transparansi ESG
Langkah ini bertujuan memberikan informasi yang lebih lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan kepada para pemangku kepentingan, khususnya investor institusional dan ritel yang semakin menuntut data ESG yang akurat untuk menilai risiko serta peluang investasi.
Apa Itu Form E020?
Form E020 adalah formulir pelaporan khusus yang harus diisi oleh setiap emiten setiap kuartal. Formulir ini mencakup:
- Data emisi karbon dan jejak lingkungan lainnya.
- Indikator sosial seperti kebijakan tenaga kerja, keberagaman, dan hak asasi manusia.
- Parameter tata kelola termasuk struktur dewan, kebijakan anti‑korupsi, dan transparansi remunerasi.
Informasi yang diberikan akan terintegrasi ke dalam sistem ESG Core Metrics BEI, memungkinkan perbandingan antar perusahaan secara lebih objektif.
Implikasi Bagi Investor
Dengan adanya Form E020, investor kini memiliki “senjata” tambahan untuk menilai profil risiko emiten. Data ESG yang terstandardisasi mempermudah:
- Identifikasi perusahaan dengan praktik keberlanjutan yang kuat.
- Penilaian dampak risiko lingkungan dan sosial terhadap kinerja keuangan.
- Pembuatan keputusan investasi yang selaras dengan prinsip investasi berkelanjutan.
Selain itu, regulator dapat lebih mudah memantau kepatuhan perusahaan terhadap standar ESG internasional.
Langkah BEI Selanjutnya
BEI berencana melakukan sosialisasi intensif kepada seluruh anggota bursa, termasuk workshop dan materi edukatif. Peninjauan dan verifikasi data Form E020 akan dilakukan oleh tim khusus yang berkoordinasi dengan otoritas terkait.
Harapan Kedepan
Dengan penerapan Form E020, diharapkan pasar modal Indonesia akan semakin menarik bagi investor global yang menekankan faktor ESG. Transparansi yang lebih tinggi juga diharapkan mendorong perusahaan untuk memperbaiki praktik keberlanjutan mereka, sehingga menciptakan ekosistem investasi yang lebih sehat dan bertanggung jawab.











