Begini Respons GoTo dan Grab soal Potongan Tarif Ojol di Bawah 10 Persen

Begini Respons GoTo dan Grab soal Potongan Tarif Ojol di Bawah 10 Persen
Begini Respons GoTo dan Grab soal Potongan Tarif Ojol di Bawah 10 Persen

Keuangan.id – 02 Mei 2026 | Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan peringatan Hari Buruh Internasional untuk menegaskan rencana pemerintah menurunkan tarif ojek online (ojol) menjadi di bawah 10 persen. Kebijakan ini memicu respons cepat dari dua platform ride‑hailing terbesar di Indonesia, GoTo dan Grab.

Pernyataan GoTo

GoTo menanggapi melalui pernyataan resmi bahwa potongan tarif ojol harus mempertimbangkan kelangsungan bisnis dan kesejahteraan mitra driver. Perusahaan menegaskan akan melakukan analisis mendalam terhadap dampak finansial dan berkomitmen menjaga kualitas layanan.

  • GoTo akan meninjau struktur komisi bagi driver.
  • Perusahaan siap menyesuaikan tarif dasar bila diperlukan.
  • GoTo akan mengoptimalkan program insentif untuk mengurangi beban driver.

Pernyataan Grab

Grab menyatakan bahwa potongan tarif ojol di bawah 10 persen dapat mengganggu ekosistem transportasi digital. Grab menekankan pentingnya dialog bersama pemerintah, asosiasi driver, dan pihak terkait sebelum kebijakan diterapkan.

  • Grab mengusulkan mekanisme penyesuaian bertahap.
  • Perusahaan akan meningkatkan dukungan operasional bagi driver.
  • Grab siap berkolaborasi dalam penyusunan regulasi yang adil.

Dampak bagi driver dan pasar

Jika potongan tarif ojol diterapkan secara langsung, pendapatan driver dapat terpengaruh signifikan. Analisis awal menunjukkan potensi penurunan pendapatan rata‑rata sekitar 5‑8 persen, tergantung wilayah dan jam sibuk.

Di sisi lain, konsumen dapat merasakan penurunan tarif layanan, yang menjadi tujuan utama pemerintah untuk meningkatkan keterjangkauan transportasi publik.

Langkah selanjutnya

Kedua perusahaan menunggu hasil pertemuan dengan Kementerian Perhubungan serta perwakilan serikat pekerja. Diharapkan ada mekanisme evaluasi berkelanjutan agar potongan tarif ojol dapat dijalankan tanpa mengorbankan kesejahteraan driver.

Secara keseluruhan, respons GoTo dan Grab menunjukkan sikap hati‑hati namun terbuka untuk berkolaborasi, dengan harapan kebijakan tarif yang adil dapat tercapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *