Keuangan.id – 05 Juni 2026 |
Pemerintah memperkirakan beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan meningkat menjadi Rp244,83 triliun pada tahun 2026. Hal ini disebabkan oleh kebijakan untuk menahan tarif listrik yang kemudian memicu beban subsidi dan kompensasi APBN 2026 menjadi bengkak. Pada tahun 2027, pemerintah juga menargetkan untuk memberikan subsidi kepada 45,91 juta pelanggan listrik. Beban APBN yang meningkat ini diperkirakan akan memberikan dampak yang signifikan pada keuangan negara dan industri listrik.











