Keuangan.id – 24 April 2026 | Bank Central Asia (BCA) melaporkan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026, naik 3,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Prestasi ini memperkuat posisi BCA di pasar perbankan Indonesia.
Meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan, BCA tetap berpegang pada proyeksi tahunan bahwa kredit akan tumbuh antara 8% hingga 10% pada akhir 2026. Target ini sejalan dengan strategi diversifikasi portofolio dan fokus pada segmen korporasi serta ritel yang memiliki risiko terkendali.
Faktor pendukung target
- Ekspansi jaringan digital yang mempercepat penyaluran kredit.
- Kebijakan moneter yang masih mendukung pertumbuhan kredit mikro dan menengah.
- Program penawaran produk kredit dengan suku bunga kompetitif.
Analisis internal BCA menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit yang konsisten akan meningkatkan aset produktif bank serta mendukung profitabilitas jangka panjang.
