Keuangan.id – 11 April 2026 | Bank Central Asia (BCA) kembali menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) dengan meningkatkan dukungan pada sektor pendidikan melalui Program BBI (BCA Bangun Indonesia).
Program BBI dirancang sebagai rangkaian inisiatif yang menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Fokus utama mencakup penyediaan beasiswa, pelatihan guru, serta pembangunan fasilitas belajar di daerah kurang beruntung.
- Beasiswa penuh untuk 5.000 mahasiswa berprestasi dari 10 provinsi.
- Pelatihan kompetensi digital untuk 10.000 guru pada tahun 2024.
- Pembangunan 50 laboratorium komputer di sekolah menengah negeri.
Target jangka menengah BCA adalah menciptakan 100.000 lulusan yang siap bersaing di pasar kerja global pada tahun 2027. Untuk mengukur keberhasilan, BCA menetapkan indikator kunci seperti tingkat kelulusan, peningkatan skor kompetensi digital, dan kepuasan penerima manfaat.
| Program | Target 2024 | Target 2027 |
|---|---|---|
| Beasiswa | 5.000 mahasiswa | 15.000 mahasiswa |
| Pelatihan Guru | 10.000 guru | 30.000 guru |
| Fasilitas Sekolah | 50 laboratorium | 150 laboratorium |
Direktur CSR BCA, Rina Suryani, menekankan bahwa investasi pada pendidikan bukan hanya tanggung jawab sosial, melainkan strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia. “Dengan menyiapkan generasi yang terampil dan inovatif, BCA turut berperan dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
Program BBI juga diintegrasikan dengan kebijakan internal BCA yang menekankan tata kelola lingkungan, sosial, dan pemerintahan (ESG). Melalui sinergi antara keuangan, pendidikan, dan teknologi, BCA berharap dapat memberikan dampak positif yang terukur bagi masyarakat luas.











