Keuangan.id – 14 Maret 2026 | Bayern Munich kembali mengukir sejarah di UEFA Champions League (UCL) dengan mencatat rekor kemenangan tandang terbesar pada fase knockout. Pada leg pertama babak 16 besar musim 2025/2026, tim Jerman tersebut menundukkan Atalanta dengan skor mencengangkan 6-1 di San Siro, menambah daftar kemenangan telak mereka di luar kandang. Kemenangan ini menegaskan dominasi Bayern tidak hanya terbatas pada permainan di Stadion Allianz Arena, melainkan juga mampu menaklukkan lawan kuat di tanah lawan.
Daftar Lima Kemenangan Tandang Terbesar Bayern Munich di UCL (per Maret 2026)
- 6-1 vs Atalanta (Babak 16 besar, 2025/2026)
- 7-2 vs Tottenham Hotspur (Fase grup, 2019/2020)
- 6-0 vs Red Star Belgrade (Fase grup, 2019/2020)
- 7-1 vs AS Roma (Fase grup, 2014/2015)
- 6-0 vs Liverpool (Fase grup, 2022/2023) – catatan tambahan walaupun bukan rekor selisih, tetap mencerminkan kekuatan serangan Bayern.
Rekor 6-1 melawan Atalanta menjadi kemenangan tandang terbesar Bayern pada fase knockout sejak era Liga Champions dimulai pada 1992. Gol-gol utama dicetak oleh Jamal Musiala (dua gol), Leroy Sané, dan Thomas Müller, dengan kontribusi penting dari kiper Manuel Neuer yang menahan beberapa peluang berbahaya.
Pep Guardiola dan Kontroversi Pilihan Formasi Manchester City
Sementara Bayern menorehkan kemenangan gemilang, rival Inggris, Manchester City, harus menghadapi kritik tajam atas susunan pemainnya di UCL. Pep Guardiola membela keputusan taktisnya setelah media menyoroti rotasi yang dianggap merugikan performa tim di fase grup. Guardiola menegaskan bahwa istirahat pemain kunci dan rotasi strategis diperlukan untuk menjaga kebugaran menjelang fase knockout yang lebih intens.
Diego Simeone Frustrasi atas Sorotan Negatif pada Álvaro Álvarez
Di sisi lain, Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid, mengungkapkan kekecewaannya karena pembicaraan seputar kemungkinan keluarnya Álvaro Álvarez mengalihkan fokus tim menjelang pertandingan penting di UCL. Simeone menegaskan bahwa timnya tetap fokus pada taktik dan persiapan mental, meskipun media terus mengangkat spekulasi transfer yang dapat mengganggu konsentrasi pemain.
Galatasaray dan Penjagaan Nilai Uğurcan Çakır
Di Turki, komentator sepak bola Haluk Yürekli menilai kiper Galatasaray, Uğurcan Çakır, memiliki nilai setara dengan penyerang top Liga Inggris, Victor Osimhen. Yürekli menyarankan agar Galatasaray tidak menjual Çakır dengan harga €50 juta kepada klub Premier League, mengingat penampilannya yang krusial dalam kemenangan melawan Liverpool pada leg pertama UCL. Çakır menampilkan refleks luar biasa dan distribusi bola yang membantu Galatasaray menahan serangan intens Liverpool.
Keseluruhan, musim UCL 2025/2026 menunjukkan dinamika kompetitif yang tinggi. Bayern Munich menegaskan keunggulan mereka di luar negeri, sementara manajer elit seperti Guardiola dan Simeone berjuang menyeimbangkan rotasi pemain dan tekanan media. Di sisi lain, klub Turki Galatasaray menyoroti pentingnya mempertahankan talenta lokal untuk menantang raksasa Eropa.
Dengan sisa fase knockout yang semakin menegangkan, penggemar sepak bola di seluruh dunia menantikan apakah Bayern dapat melanjutkan rentetan kemenangan tandang, apakah Guardiola mampu menstabilkan City, serta apakah Galatasaray dapat melangkah lebih jauh melawan tim-tim top. Semua mata kini tertuju pada aksi-aksi dramatis yang akan menentukan siapa yang akan mengangkat trofi paling bergengsi di benua ini.
Jika Bayern berhasil melaju ke semifinal, mereka akan menjadi contoh nyata bahwa dominasi tidak hanya dapat dicapai di stadion kandang, melainkan juga di tanah musuh. Sementara itu, keputusan taktis dan kebijakan transfer yang diambil oleh klub-klub besar akan terus menjadi bahan perbincangan hingga peluit akhir menandai penutup turnamen.











