Keuangan.id – 06 April 2026 | Pertumbuhan ancaman iklim El Nino yang diprediksi akan memperpanjang musim kemarau menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan pangan di Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian telah mengumumkan serangkaian langkah mitigasi yang diklaim mampu menjaga cadangan pangan tetap aman hingga lebih dari sebelas bulan ke depan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengalaman mengelola El Nino sejak 2015, 2023, dan 2024 memberikan landasan kuat bagi pemerintah untuk menghadapi potensi kekeringan yang diproyeksikan mencapai enam bulan. “Kami sudah memiliki pompanisasi, irigasi, serta perbaikan lahan rawa yang memungkinkan tanam satu kali menjadi dua atau tiga kali,” ujarnya dalam kunjungan ke gudang Bulog Panaikang, Makassar, Sulawesi Selatan.
Langkah Mitigasi Pemerintah
- Penambahan sekitar 40.000 unit pompa air untuk memperkuat jaringan irigasi nasional, dengan target operasional 80.158 unit pada tahun 2025.
- Pengoptimalan pola tanam yang menyesuaikan dengan prediksi curah hujan, termasuk penggunaan varietas tahan kekeringan.
- Peningkatan pompanisasi lahan rawa untuk meningkatkan produktivitas per hektar.
- Pengembangan sistem cadangan pangan pemerintah (CPP) yang meliputi beras, jagung, gula pasir, minyak goreng, serta protein hewani.
Data terbaru Bapanas per 2 April 2026 menunjukkan stok CPP beras mencapai 4,4 juta ton, jagung pakan 168 ribu ton, gula pasir 49 ribu ton, dan minyak goreng 121 ribu kiloliter. Selain itu, tersedia pula stok daging sapi 8 ribu ton, daging kerbau 3 ribu ton, daging ayam 39 ton, dan telur ayam 17 ton.
| Komoditas | Stok (ton/kiloliter) |
|---|---|
| Berasa (CPP) | 4,4 juta ton |
| Jagung Pakan | 168 ribu ton |
| Gula Pasir | 49 ribu ton |
| Minyak Goreng | 121 ribu kiloliter |
| Daging Sapi | 8 ribu ton |
| Daging Kerbau | 3 ribu ton |
| Daging Ayam | 39 ton |
| Telur Ayam | 17 ton |
Selain stok pemerintah, Menteri menyoroti peran sektor swasta. Stok beras di jaringan Horeka (hotel, restoran, kafe) diperkirakan mencapai 12,5 juta ton, sementara gudang Bulog saat ini menyimpan 4,5 juta ton yang diproyeksikan naik menjadi 5 juta ton dalam 20 hari ke depan. Potensi panen yang sudah ada (standing crop) menambah sekitar 11 juta ton, dan program pompanisasi diharapkan menghasilkan tambahan panen hingga 2 juta ton per bulan, sehingga total tambahan stok beras dapat mencapai 12 juta ton.
Dengan kombinasi cadangan pemerintah, stok swasta, dan proyeksi panen, Menteri Pertanian menyatakan bahwa persediaan pangan nasional cukup untuk menutupi kebutuhan selama 11 bulan ke depan, meski kemarau panjang diperkirakan berlangsung enam bulan. “Sebelas bulan ke depan aman. Stoknya untuk rakyat Indonesia aman,” tegasnya.
Para petani pun mulai beradaptasi dengan pola tanam baru dan memanfaatkan teknologi cuaca untuk mengoptimalkan hasil. Kesadaran akan pentingnya diversifikasi varietas dan efisiensi penggunaan air semakin meningkat, mengurangi ketergantungan pada musim tradisional.
Secara keseluruhan, strategi mitigasi yang mencakup peningkatan infrastruktur irigasi, pemantauan stok secara real-time, serta kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dipandang mampu menahan goncangan produksi pangan akibat El Nino. Jika langkah‑langkah ini dijalankan konsisten, Indonesia dapat mempertahankan ketahanan pangan tanpa harus mengorbankan kesejahteraan petani maupun konsumen.
Dengan persiapan yang matang dan pengalaman terdahulu, pemerintah yakin bahwa ancaman El Nino tidak akan menggoyahkan stabilitas pangan nasional, menjadikan Indonesia tetap aman dari krisis pangan dalam jangka menengah.











