Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Pemerintah bersama Bank Indonesia meluncurkan program Pendanaan Inovatif Nasional untuk Sektor Industri (PINISI) yang bertujuan meningkatkan aliran kredit produktif ke sektor-sektor strategis.
Bank Negara Indonesia (BNI) menyambut baik inisiatif ini. Menurut pernyataan resmi BNI, dukungan terhadap PINISI akan membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi usaha kecil, menengah, dan besar yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Target Sektor Produktif
- Manufaktur
- Infrastruktur
- Energi terbarukan
- Teknologi informasi
- Agroindustri
Rencana Penyaluran Kredit
| Sektor | Target Kredit (dalam triliun Rupiah) |
|---|---|
| Manufaktur | 2,5 |
| Infrastruktur | 3,0 |
| Energi terbarukan | 1,2 |
| Teknologi informasi | 0,8 |
| Agroindustri | 1,5 |
BNI menilai bahwa partisipasi dalam PINISI dapat menghasilkan margin keuntungan yang signifikan sekaligus memperkuat posisi bank sebagai mitra pembiayaan utama bagi proyek-proyek produktif. Dengan memanfaatkan jaringan cabang yang luas, BNI berencana mempercepat proses penilaian kelayakan kredit dan memberikan solusi pembiayaan yang fleksibel.
Selain itu, BNI berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku usaha, sehingga mereka lebih siap mengelola dana yang diterima. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan tingkat gagal bayar dan memperkuat kualitas aset bank.
Secara keseluruhan, dukungan BNI terhadap PINISI menandai langkah strategis dalam memperluas basis kredit produktif di Indonesia, sekaligus mendukung agenda pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.











