Bank Jatim Fokus Dana Murah di 2026, Ini Strateginya

Bank Jatim Fokus Dana Murah di 2026, Ini Strateginya
Bank Jatim Fokus Dana Murah di 2026, Ini Strateginya

Keuangan.id – 08 April 2026 | Bank Jawa Timur (Bank Jatim) menegaskan komitmen untuk memperkuat dana murah, khususnya Current Account Saving Account (CASA), pada tahun 2026. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi likuiditas, menurunkan biaya dana, serta menjaga kualitas kredit di tengah persaingan industri perbankan yang kian ketat.

Beberapa strategi utama yang akan dijalankan meliputi:

  • Peningkatan Penawaran Produk Tabungan: Meluncurkan varian tabungan dengan suku bunga kompetitif dan fitur digital yang memudahkan nasabah melakukan transaksi secara real‑time.
  • Ekspansi Kanal Digital: Memperluas jaringan layanan mobile banking dan internet banking, serta mengintegrasikan layanan e‑wallet untuk menarik segmen nasabah milenial.
  • Insentif dan Program Loyalitas: Menawarkan hadiah, cash back, atau poin reward bagi nasabah yang menambah saldo CASA secara rutin.
  • Kolaborasi dengan Fintech: Menggandeng perusahaan teknologi keuangan untuk menyediakan solusi deposit otomatis dan manajemen keuangan pribadi.
  • Optimalisasi Biaya Operasional: Mengurangi biaya cabang konvensional melalui otomatisasi proses back‑office dan pemanfaatan data analytics untuk segmentasi nasabah.

Target pertumbuhan CASA Bank Jatim direncanakan mencapai 30 % pada akhir 2026, naik dari sekitar 20 % pada tahun 2023. Berikut perkiraan pencapaian tahunan:

Tahun Persentase CASA
2023 20 %
2024 23 %
2025 26 %
2026 30 %

Manajemen Bank Jatim menilai bahwa peningkatan dana murah tidak hanya memperbaiki rasio likuiditas, tetapi juga memungkinkan pemberian kredit dengan bunga lebih kompetitif. Dengan biaya dana yang lebih rendah, bank dapat menyalurkan pinjaman kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) tanpa menambah risiko kredit yang signifikan.

Di samping itu, fokus pada CASA diharapkan meningkatkan loyalitas nasabah, karena dana yang lebih stabil memberi peluang bagi bank untuk menawarkan produk-produk bernilai tambah seperti pembiayaan rumah, kendaraan, dan modal kerja.

Strategi ini juga sejalan dengan kebijakan regulator yang mendorong perbankan untuk meningkatkan proporsi dana murah guna memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *