Keuangan.id – 04 April 2026 | KB Bank berhasil mencatat laba bersih sebesar Rp66,59 miliar pada tahun 2025, menandai perubahan signifikan setelah mengalami kerugian besar pada tahun 2024. Pemulihan ini menunjukkan keberhasilan langkah-langkah restrukturisasi dan transformasi bisnis yang dijalankan oleh manajemen.
Beberapa faktor utama yang mendorong peralihan dari kerugian ke laba antara lain:
- Penurunan kredit macet: Rasio kredit macet (NPL) turun drastis dari 7,2% pada 2024 menjadi 4,1% pada 2025 berkat penagihan intensif dan penjualan aset non‑performing.
- Efisiensi operasional: Program pengendalian biaya berhasil mengurangi beban operasional sebesar 12%.
- Peningkatan pendapatan bunga: Portofolio kredit produktif meningkat 8% dengan margin bunga yang lebih baik.
- Digitalisasi layanan: Peluncuran platform perbankan digital meningkatkan jumlah nasabah aktif dan mengurangi biaya layanan.
Berikut ringkasan kinerja keuangan utama KB Bank dalam dua tahun terakhir:
| Tahun | Laba Bersih (Rp Miliar) | NPL (%) | CAR (%) |
|---|---|---|---|
| 2024 | -125,30 | 7,2 | 14,5 |
| 2025 | 66,59 | 4,1 | 16,2 |
Strategi transformasi bisnis yang diterapkan mencakup:
- Mengembangkan ekosistem digital dengan aplikasi mobile banking yang terintegrasi.
- Memperluas layanan untuk segmen UMKM melalui produk kredit mikro dan kemitraan fintech.
- Menjalin kerja sama dengan institusi keuangan regional untuk meningkatkan likuiditas.
- Melakukan penyesuaian struktural pada jaringan kantor untuk meningkatkan produktivitas.
Dengan fondasi keuangan yang lebih kuat dan fokus pada inovasi digital, KB Bank diperkirakan dapat mempertahankan pertumbuhan laba yang berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.











