Keuangan.id – 13 April 2026 | Jakarta, 13 April 2026 – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali menggempur jaringan narkotika internasional setelah berhasil menangkap bandar narkoba yang dikenal dengan sebutan “The Doctor” bersama seorang perempuan berketurunan Kazakhstan di Penang, Malaysia. Penangkapan ini merupakan puncak dari rangkaian operasi gabungan antara Bareskrim Polri, Hubinter Polri, dan kepolisian Malaysia yang dimulai sejak awal Maret 2026.
Latihan Operasi dan Penangkapan di Penang
Pada Minggu, 5 April 2026, tim gabungan melakukan penggerebekan di Crowne Plaza Penang, tepatnya pada pukul 14.30 waktu setempat. Dalam aksi tersebut, tersangka utama yang dikenal sebagai “The Doctor” – nama alias Charlie atau Andre Fernando – berhasil diamankan bersama seorang wanita berusia sekitar 27 tahun yang berasal dari Kazakhstan. Identitas perempuan tersebut belum diungkap secara lengkap, namun polisi menegaskan bahwa ia merupakan bagian dari jaringan logistik narkotika yang menghubungkan Asia Tenggara dengan pasar Eropa Timur.
Menurut Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, penangkapan ini tidak lepas dari hasil intelijen yang mengaitkan The Doctor dengan klub malam elit Whiterabit di Jakarta Selatan. Whiterabit diketahui menjadi titik fokus distribusi narkotika jenis sintetis, terutama dalam bentuk pil dan serbuk yang banyak diminati kalangan muda.
Penggerebekan di Whiterabit, Jakarta Selatan
Operasi sebelumnya telah dilancarkan pada Selasa, 17 Maret 2026, sekitar pukul 00.30 WIB, di ruangan 707, Whiterabit, Jalan Gatot Subroti, Jakarta Selatan. Tim gabungan berhasil menahan sejumlah tersangka, mulai dari pelayan bar hingga bandar narkoba tingkat menengah. Di antara mereka, satu nama yang paling menonjol adalah Tosan, rekan dekat The Doctor yang berperan sebagai penyuplai utama narkotika ke dalam klub.
Polri kemudian menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Tosan, yang diduga sedang berada di Malaysia. DPO mencantumkan ciri-ciri fisik Tosan: tinggi badan 170 cm, berat 70 kg, usia sekitar 40 tahun, rambut hitam lurus, mata bulat, hidung mancung, bibir tebal, serta kulit berwarna putih. Polisi menegaskan bahwa Tosan berada di bawah pengawasan ketat dan akan ditangkap secepatnya jika keberadaannya terdeteksi.
Jaringan Narkotika Internasional
Penangkapan The Doctor bersama perempuan Kazakhstan menandakan adanya jaringan lintas negara yang lebih luas daripada yang sebelumnya diperkirakan. Analisis awal mengindikasikan bahwa perempuan Kazakhstan berperan sebagai perantara dalam mengalirkan uang hasil penjualan narkotika ke rekening di luar negeri serta mengatur logistik transportasi narkotika melalui jalur udara dan laut.
Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti penting, termasuk paket narkotika berjenis sintetis, alat komunikasi terenkripsi, dan catatan transaksi keuangan yang menghubungkan Whiterabit dengan beberapa klub malam di Kuala Lumpur dan Bangkok. Semua temuan ini memperkuat dugaan bahwa jaringan Whiterabit merupakan bagian dari jaringan narkotika Asia Tenggara yang beroperasi secara terkoordinasi dengan jaringan di Eropa Timur.
Reaksi Publik dan Langkah Selanjutnya
Masyarakat Jakarta menyambut baik tindakan tegas Polri, terutama mengingat meningkatnya kasus penyalahgunaan narkotika di kalangan remaja. Aktivis anti narkoba menilai bahwa penangkapan ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi internasional dapat menghambat peredaran narkotika yang semakin canggih.
Ke depannya, Bareskrim Polri berencana melanjutkan penyelidikan terhadap jaringan logistik yang melibatkan Tosan dan rekan-rekannya di Malaysia. Selain itu, pihak kepolisian berjanji akan meningkatkan koordinasi dengan lembaga penegak hukum asing untuk memutus rantai pasokan narkotika sejak sumbernya.
Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap tempat hiburan malam yang sering menjadi sarang perdagangan narkotika. Pemerintah diperkirakan akan memperketat regulasi perizinan dan melakukan inspeksi rutin untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan fasilitas publik.
Penangkapan The Doctor bersama perempuan Kazakhstan menjadi bukti bahwa operasi terintegrasi antara kepolisian Indonesia dan Malaysia dapat menghasilkan hasil yang signifikan. Dengan terus mengoptimalkan intelijen, teknologi, dan kerja sama lintas negara, diharapkan jaringan narkotika seperti Whiterabit dapat dibongkar secara menyeluruh, memberikan rasa aman bagi masyarakat Indonesia.











