Bahlul Bongkar Strategi Energi RI: Aktifkan Sumur Tua hingga Setop Impor Solar

Bahlul Bongkar Strategi Energi RI: Aktifkan Sumur Tua hingga Setop Impor Solar
Bahlul Bongkar Strategi Energi RI: Aktifkan Sumur Tua hingga Setop Impor Solar

Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Menteri Investasi Bahlil Tampubolon mengungkap langkah-langkah kunci pemerintah dalam menguatkan ketahanan energi nasional. Ia menekankan bahwa serangkaian inisiatif mulai dari pengaktifan sumur minyak tua, percepatan proyek migas, hingga penghentian impor solar menjadi bagian integral dari strategi energi Indonesia.

Aktivasi Sumur Tua

Sumur-sumur minyak yang sudah tidak berproduksi selama bertahun‑tahun akan kembali dioperasikan kembali. Pemerintah menugaskan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) untuk menilai potensi produksi dan melakukan perbaikan teknis. Targetnya adalah menambah kapasitas produksi domestik sebesar 1,5 juta barel per hari dalam lima tahun ke depan.

Percepatan Proyek Migas

Berbagai proyek eksplorasi dan pengembangan (E&P) yang sedang berada dalam fase studi kini dipercepat penyelesaiannya. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  • Penyederhanaan prosedur perizinan bagi investor asing dan domestik.
  • Peningkatan insentif fiskal, termasuk pengurangan tarif pajak untuk lapangan baru.
  • Kolaborasi dengan perusahaan teknologi tinggi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Pengurangan Impor Solar

Indonesia berkomitmen untuk menurunkan ketergantungan pada impor bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar. Pemerintah menargetkan penurunan impor solar sebesar 30 % pada akhir 2026 melalui peningkatan produksi dalam negeri dan promosi penggunaan energi alternatif.

Dampak Terhadap Ketahanan Energi

Implementasi strategi energi ini diharapkan dapat menurunkan defisit impor BBM, menstabilkan harga domestik, serta membuka lapangan kerja baru di sektor hulu migas. Selain itu, peningkatan produksi dalam negeri akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama di pasar energi Asia Tenggara.

Dengan langkah-langkah konkret tersebut, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mencapai kemandirian energi dalam jangka menengah hingga panjang.

Exit mobile version