Keuangan.id – 04 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus menjamin harga BBM dan subsidi LPG meskipun harga minyak dunia telah menembus angka USD100 per barel.
Kenaikan harga minyak mentah ini menimbulkan kekhawatiran akan dampak inflasi dan beban rumah tangga. Namun, Bahlil menuturkan bahwa kebijakan subsidi tetap menjadi prioritas untuk melindungi konsumen domestik.
Langkah Pemerintah
- Menjaga kestabilan harga bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri.
- Menyediakan subsidi LPG dengan tarif yang dapat dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
- Memantau pasar secara real‑time guna menyesuaikan kebijakan bila diperlukan.
Data Harga Minyak Internasional
| Komoditas | Harga (USD per barrel) |
|---|---|
| Brent | 101 |
| WTI | 99 |
Dengan harga Brent di atas seratus dolar, pemerintah menegaskan bahwa subsidi tidak akan berkurang. Bahlil menambahkan bahwa anggaran subsidi telah disiapkan dalam APBN 2024 untuk menutup kebutuhan energi rakyat.
Strategi ini diharapkan dapat menahan lonjakan inflasi dan menjaga daya beli konsumen, terutama di sektor transportasi dan rumah tangga yang sangat bergantung pada harga BBM yang stabil.
