Keuangan.id – 15 April 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Menteri Investasi, Bahlil Luhur, memperkuat diplomasi energi dengan Rusia untuk mengamankan pasokan minyak mentah dan LPG. Langkah ini diambil dalam rangka menambah cadangan strategis nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.
Pasar energi dunia saat ini diganggu oleh konflik geopolitik, sanksi ekonomi, serta fluktuasi harga yang tajam. Kondisi tersebut memaksa Indonesia mencari sumber alternatif yang dapat menjamin ketersediaan energi penting bagi industri dan rumah tangga.
Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung pada awal bulan ini, kedua negara menandatangani nota kesepahaman yang mencakup:
- Pengiriman minyak mentah sebanyak 5 juta barel per bulan selama 12 bulan ke depan.
- Penyediaan LPG sebesar 150 ribu metrik ton per tahun, dengan opsi perpanjangan kontrak.
- Pembayaran dilakukan melalui mekanisme barter sebagian dan transfer bank dalam mata uang yang disepakati, guna mengurangi dampak sanksi.
- Penggunaan fasilitas penyimpanan strategis di beberapa pelabuhan Indonesia, termasuk Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelabuhan Bitung.
Keputusan ini diharapkan dapat menambah cadangan energi nasional, menurunkan risiko kekurangan pasokan, serta menstabilkan harga domestik. Selain itu, kerjasama ini membuka peluang investasi lebih luas di sektor hilir energi, termasuk pembangunan infrastruktur penyimpanan dan distribusi.
Meskipun ada tantangan, seperti regulasi internasional yang berubah-ubah dan kebutuhan penyesuaian logistik, pihak pemerintah menilai bahwa manfaat jangka panjang melebihi risiko. Kedepannya, Indonesia berencana memperluas kerja sama energi dengan negara‑negara lain serta terus mengoptimalkan kebijakan diversifikasi sumber energi.











