Keuangan.id – 04 April 2026 | Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan aspek ekonomi ke dalam pelaksanaan ibadah haji dengan memfokuskan pada penggunaan produk pangan berasaskan cita rasa nusantara bagi para jamaah. Inisiatif ini menandai langkah awal yang signifikan dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi nasional sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha dalam negeri.
Pengiriman produk pangan tersebut dijadwalkan akan dimulai pada musim haji mendatang, dengan melibatkan sejumlah perusahaan produsen makanan dan minuman yang telah disertifikasi memenuhi standar halal dan kualitas. Pemerintah menargetkan agar setidaknya 70% kebutuhan pangan jamaah haji dipenuhi oleh produk lokal.
- Beras premium beras medium dengan varietas unggulan.
- Kurma medjool yang diproses secara higienis.
- Minyak goreng berbasis kelapa sawit lokal.
- Kopi arabika dengan profil rasa khas Indonesia.
- Rempah-rempah seperti kayu manis, cengkeh, dan pala.
- Produk olahan lain seperti makanan ringan berbasis singkong.
Berikut perkiraan volume pengiriman produk pangan pada tahun pertama pelaksanaan:
| Produk | Volume (ton) |
|---|---|
| Beras | 1,200 |
| Kurma | 350 |
| Minyak goreng | 800 |
| Kopi | 500 |
| Rempah | 150 |
Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak ganda: meningkatkan pendapatan petani dan produsen lokal serta menurunkan ketergantungan pada impor produk pangan selama musim haji. Selain itu, penggunaan produk dengan cita rasa khas Nusantara diharapkan dapat menambah pengalaman spiritual dan budaya bagi para jamaah.
Untuk memastikan keberhasilan program, Kementerian Agama bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, dan lembaga keuangan guna menyediakan fasilitas kredit, pelatihan kualitas, serta sertifikasi halal yang terintegrasi. Pemerintah juga membuka peluang bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) yang ingin berpartisipasi dalam rantai pasok produk haji.
Dengan integrasi ekonomi haji yang berfokus pada produk pangan nasional, diharapkan tercipta sinergi yang kuat antara sektor agama dan ekonomi, memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar internasional sekaligus menumbuhkan rasa kebanggaan nasional di kalangan jamaah haji.











