Keuangan.id – 07 April 2026 | Pertemuan antara Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) dengan Menteri Agama Republik Indonesia menandai komitmen bersama untuk memperkuat ekonomi umat melalui optimalisasi zakat, infaq, sedekah, dan kurban. Diskusi yang berlangsung dalam suasana konstruktif menyoroti kebutuhan regulasi yang lebih mendukung, peningkatan transparansi pengelolaan, serta sinergi antar lembaga dalam menyalurkan dana sosial ke sektor produktif.
Berbagai poin penting dibahas, antara lain:
- Penguatan kerangka kebijakan: Pemerintah berjanji mempercepat penyusunan regulasi yang mempermudah lembaga amil zakat (LAZ) dalam mengelola dana secara profesional.
- Digitalisasi proses: Penggunaan platform digital untuk pelaporan, distribusi, dan monitoring zakat serta kurban diharapkan meningkatkan akurasi data dan meminimalisir kebocoran.
- Peningkatan kapasitas UMKM: Sebagian dana zakat akan diarahkan pada program pendampingan usaha kecil dan menengah (UMKM) milik umat, termasuk akses pembiayaan mikro berbasis syariah.
- Kolaborasi lintas sektor: ISMI dan Kemenag akan menggalang kerja sama dengan bank syariah, koperasi, serta lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.
Selain itu, kedua belah pihak menekankan pentingnya edukasi publik mengenai manfaat zakat dan kurban tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan ekonomi. Rencana aksi jangka pendek mencakup peluncuran kampanye nasional, penyusunan modul pelatihan bagi pengelola LAZ, serta pembuatan portal data terbuka yang menampilkan aliran dana dari sumber hingga penerima manfaat.
Dengan langkah-langkah konkret ini, diharapkan potensi zakat dan kurban dapat berkontribusi signifikan pada peningkatan kesejahteraan umat, mengurangi kesenjangan ekonomi, serta memperkuat ketahanan sosial Indonesia.











