Keuangan.id – 02 April 2026 | Asuransi Digital Bersama (YOII), sebuah platform asuransi berbasis teknologi, menegaskan bahwa dana yang dikelola sebesar Rp 160 miliar akan difokuskan pada instrumen likuid seperti deposito berjangka dan Surat Berharga Negara (SBN). Meskipun emas sering menjadi pilihan investasi populer di kalangan masyarakat, YOII memilih untuk menunda alokasi dana ke dalam logam mulia tersebut.
Strategi ini didasarkan pada beberapa pertimbangan utama yang menjamin kestabilan likuiditas dan mengoptimalkan pengembalian jangka pendek bagi nasabah.
- Likuiditas tinggi: Deposito dan SBN dapat dicairkan dengan cepat tanpa mengorbankan nilai pokok, sehingga memudahkan YOII dalam memenuhi klaim atau penarikan dana secara tiba-tiba.
- Risiko pasar yang lebih rendah: Nilai emas dapat berfluktuasi tajam mengikuti dinamika harga internasional, sedangkan instrumen pemerintah memiliki tingkat volatilitas yang jauh lebih terkendali.
- Regulasi yang mendukung: Otoritas keuangan Indonesia memberikan pedoman yang lebih jelas bagi investasi pada produk perbankan dan surat berharga negara, memudahkan kepatuhan YOII terhadap standar prudensial.
- Pengembalian yang kompetitif: Tingkat bunga deposito dan imbal hasil SBN saat ini berada pada level yang menarik, memberikan margin keuntungan yang memadai bagi perusahaan asuransi.
- Fokus pada kebutuhan nasabah: Dengan menyiapkan dana likuid, YOII dapat menjamin ketersediaan dana untuk pembayaran klaim secara tepat waktu, meningkatkan kepercayaan pelanggan.
YOII menegaskan bahwa keputusan ini bersifat sementara dan dapat diubah seiring perubahan kondisi pasar serta kebijakan internal. Namun untuk saat ini, prioritas utama tetap pada instrumen yang dapat dijamin likuiditasnya, sementara emas akan dipertimbangkan di masa depan bila kondisi ekonomi mendukung.











