Keuangan.id – 08 April 2026 | Asuransi Digital Bersama (YOII) menegaskan bahwa dampak fenomena iklim El Nino terhadap portofolio klaimnya masih berada pada level yang dapat dikelola. Pernyataan ini disampaikan setelah analisis internal yang melibatkan tim aktuaria, teknologi data, dan manajemen risiko.
El Nino, yang diproyeksikan meningkatkan intensitas curah hujan di beberapa wilayah Indonesia, biasanya menimbulkan lonjakan klaim pada produk asuransi properti, pertanian, dan kesehatan. Namun, YOII melaporkan bahwa eksposurnya terhadap sektor‑sektor tersebut relatif kecil karena strategi diversifikasi produk dan penggunaan platform digital yang memungkinkan penilaian risiko secara real‑time.
Beberapa langkah kunci yang diambil YOII dalam memperkuat manajemen risiko meliputi:
- Penerapan model prediktif berbasis AI untuk memperkirakan frekuensi dan severitas klaim terkait cuaca ekstrem.
- Peninjauan ulang batas maksimum pertanggungan (coverage limit) pada polis yang berpotensi terdampak.
- Kolaborasi dengan lembaga re‑insurance untuk mentransfer sebagian risiko iklim.
- Peningkatan edukasi nasabah mengenai mitigasi risiko pribadi, seperti penggunaan sistem irigasi yang efisien.
Selain itu, YOII terus mengoptimalkan infrastruktur teknologi cloud yang memungkinkan skalabilitas data besar serta integrasi data meteorologi terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan demikian, perusahaan dapat menyesuaikan premi secara dinamis sesuai dengan perubahan profil risiko.
Para analis pasar menilai bahwa pendekatan proaktif ini dapat meningkatkan kepercayaan investor serta memperkuat posisi YOII dalam ekosistem asuransi digital yang kompetitif. Meski demikian, mereka juga mengingatkan pentingnya pemantauan berkelanjutan karena fenomena iklim dapat berubah secara cepat.











