Keuangan.id – 30 Maret 2026 | Hari ini, arus dana asing menunjukkan pola yang cukup kontras di pasar saham Indonesia. Pada sesi perdagangan pertama, investor asing secara signifikan meningkatkan penjualan pada saham Gojek Tokopedia (GOTO) dan Bank BRI (BBRI). Sementara itu, akumulasi dana terbatas hanya terlihat pada beberapa saham komoditas, terutama PT Bumi Resources Tbk (BRMS) dan PT Adaro Energy Tbk (ADMR).
Penjualan agresif di GOTO dan BBRI dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, tekanan profit taking setelah kenaikan harga yang cukup tajam pada minggu-minggu sebelumnya. Kedua, penyesuaian portofolio global yang menyesuaikan eksposur terhadap sektor teknologi dan perbankan di tengah ketidakpastian geopolitik. Data transaksi menunjukkan bahwa volume penjualan asing di GOTO mencapai lebih dari 1,2 juta lembar, sedangkan BBRI mengalami penjualan sekitar 800 ribu lembar.
Di sisi lain, saham komoditas mengalami akumulasi yang relatif kecil. BRMS dan ADMR menjadi satu-satunya saham yang mencatat kenaikan kepemilikan asing, masing-masing dengan tambahan sekitar 150 ribu lembar. Akumulasi ini mencerminkan minat investor asing terhadap sektor energi dan pertambangan yang dipandang memiliki fundamental kuat di tengah harga komoditas global yang stabil.
Berikut rangkuman singkat aliran dana pada sesi I:
- GOTO: Penjualan agresif, volume >1,2 juta lembar.
- BBRI: Penjualan sekitar 800 ribu lembar.
- BRMS: Akumulasi terbatas, tambahan ~150 ribu lembar.
- ADMR: Akumulasi terbatas, tambahan ~150 ribu lembar.
Implikasi jangka pendek bagi pasar cukup signifikan. Penurunan pada GOTO dan BBRI dapat menekan indeks utama, terutama indeks LQ45 yang memiliki bobot berat pada saham perbankan. Namun, akumulasi di sektor komoditas dapat memberikan dukungan bagi indeks sektoral komoditas, meskipun kontribusinya masih terbatas karena volume akumulasi yang tidak besar.
Investor domestik diharapkan tetap waspada terhadap volatilitas yang muncul akibat pergerakan dana asing. Diversifikasi portofolio dan pemantauan berita fundamental perusahaan tetap menjadi strategi yang bijak dalam menghadapi dinamika pasar yang cepat berubah.
