Keuangan.id – 14 April 2026 | Mata uang rupiah berakhir pada perdagangan Senin, 13 April 2026, melemah tipis satu poin menjadi Rp17.105 per dolar Amerika Serikat. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran tidak berhasil menyepakati kesepakatan diplomatik yang diharapkan dapat menurunkan ketegangan di Timur Tengah.
Kegagalan negosiasi tersebut memicu kekhawatiran pasar global, terutama pada sektor energi. Harga minyak mentah tetap berfluktuasi, menambah tekanan pada mata uang emerging market termasuk rupiah.
Beberapa faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah pada hari itu antara lain:
- Sentimen negatif akibat ketegangan geopolitik antara AS dan Iran.
- Pergerakan harga minyak yang masih volatil.
- Kebijakan moneter Bank Indonesia yang tetap berhati-hati.
- Arus keluar modal asing ke aset safe‑haven seperti dolar AS.
Meskipun melemah, penurunan rupiah masih tergolong tipis dibandingkan dengan penurunan yang lebih signifikan pada periode sebelumnya. Analyst memperkirakan jika situasi geopolitik tidak membaik, tekanan pada rupiah dapat berlanjut, namun dukungan kebijakan domestik masih menjadi penyangga.











