Keuangan.id – 06 April 2026 | NASA berhasil meluncurkan misi berawak Artemis II pada 1 April 2026 dari Kennedy Space Center, Florida, menggunakan roket Space Launch System (SLS) berukuran 32 lantai. Kapsul Orion yang dibawa roket tersebut mengangkut empat astronot—Reid Wiseman (komandan), Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen (Kanada)—menandai kembali keberadaan manusia di sekitar Bulan setelah lebih dari setengah abad sejak program Apollo.
Progres Misi di Tengah Antariksa
Setelah peluncuran, kapsul Orion memasuki orbit Bumi, melakukan manuver orbit, dan pada hari kedua menembus titik tengah jarak Bumi‑Bulan. Pada pukul 11.42 WIB tanggal 6 April, pesawat memasuki zona pengaruh gravitasi Bulan (lunar sphere of influence), di mana gaya tarik Bulan menguasai lebih kuat dibanding Bumi. Pada saat itu, Orion berada sekitar 39.000 mil (sekitar 63.000 km) dari permukaan Bulan dan lebih dari 229.000 km dari Bumi. Astronot dapat melihat Bulan secara jelas melalui jendela kapsul, sementara pemandangan Bumi menampilkan lautan biru dan awan tebal yang dramatis.
Pengamatan, Rekor, dan Penelitian
Selama fase ini, kru melaporkan kondisi mikrogravitasi yang stabil serta melaksanakan serangkaian uji sistem kritis, termasuk life‑support, navigasi, dan propulsi. Christina Koch mencatat bahwa melihat Bulan dari jendela “menjadi pengalaman paling mengagumkan”. Jeremy Hansen menambahkan bahwa sensasi melayang dalam gravitasi nol “membuatnya merasa kembali menjadi anak kecil”. Misi ini juga berpotensi mencetak rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia, melampaui catatan Apollo 13 sebesar 400.000 km. Jika perjalanan mengelilingi Bulan berjalan lancar, total jarak tempuh diperkirakan mencapai 406.000 km.
Selain pencapaian teknis, Artemis II berfungsi sebagai platform penelitian medis. Para astronot menjadi subjek studi radiasi tinggi dan adaptasi tubuh manusia di luar orbit rendah Bumi, memberikan data penting bagi misi berjangka panjang seperti Artemis III yang direncanakan mendarat di Kutub Selatan Bulan pada 2027, serta eksplorasi ke Mars di masa depan.
Jadwal dan Tahapan Selanjutnya
Setelah memasuki zona pengaruh Bulan, Orion akan melakukan manuver translunar injection (TLI) yang sudah selesai pada 2 April. Selama 10‑hari perjalanan, kapsul akan mengelilingi Bulan satu kali tanpa melakukan pendaratan. Pada fase akhir, pesawat akan melakukan manuver kembali ke Bumi (re‑entry) dengan target pendaratan di Samudra Pasifik. Semua sistem dipantau secara real‑time melalui Artemis II Tracker yang disediakan NASA di situs resmi mereka, memungkinkan publik mengakses data kecepatan, jarak tempuh, dan posisi tiga‑dimensi Orion dalam kaitannya dengan Bumi, Bulan, serta Matahari.
Selama misi, kru tetap berkomunikasi dengan keluarga di Bumi, menegaskan bahwa meski berada ratusan ribu kilometer jauhnya, ikatan dengan rumah tetap terjaga. NASA melaporkan bahwa semua sistem berfungsi normal dan kondisi kesehatan awak tetap prima.
Dengan keberhasilan peluncuran dan progres yang kini telah mencapai pertengahan perjalanan, Artemis II mempertegas komitmen NASA untuk mengembalikan kehadiran manusia secara berkelanjutan di Bulan. Misi ini tidak hanya menandai langkah pertama yang signifikan dalam program Artemis, tetapi juga menyiapkan fondasi teknologi, ilmu pengetahuan, dan operasional yang diperlukan untuk pendaratan manusia selanjutnya serta eksplorasi luar angkasa lebih jauh.











