Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Arsenal kembali menjadi sorotan utama Liga Inggris menjelang laga akhir pekan melawan Fulham di Emirates Stadium. Dengan tiga poin keunggulan atas Manchester City, sang Gunners berambisi memperlebar jarak di puncak klasemen. Namun, tekanan tidak hanya datang dari persaingan domestik; keputusan VAR dalam semifinal Champions League melawan Atletico Madrid menambah beban emosional bagi manajer Mikel Arteta dan skuadnya.
Persaingan Ketat dengan Manchester City
Setelah mengumpulkan 78 poin, Arsenal berada tiga angka di atas City yang memiliki dua pertandingan tambahan. Pep Guardiola, pelatih City, mengaku akan menonton pertandingan Arsenal vs Fulham pada Sabtu malam, menandakan betapa pentingnya laga tersebut dalam konteks perebutan gelar. “What time do they play? It’s after a training session, so maybe I will watch it,” ujar Guardiola dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Jika Arsenal menang, selisih poin bisa meluas menjadi enam poin, memberi tekanan lebih besar pada City yang harus menunggu hasil pertandingan mereka melawan Everton. Selisih pertandingan ini menambah sensasi menegangkan pada dua pekan mendatang.
Kontroversi VAR dan Kritik William Gallas
Di balik ambisi domestik, Arsenal juga harus mengatasi kontroversi di panggung Eropa. Pada laga pertama semifinal Champions League melawan Atletico Madrid, keputusan VAR membatalkan penalti yang diberikan atas dugaan pelanggaran terhadap Eberechi Eze. Mikel Arteta mengekspresikan kekecewaannya secara terbuka, menimbulkan protes dari mantan bek Arsenal, William Gallas.
Gallas menilai reaksi Arteta tidak tepat. Ia menegaskan bahwa semua tim, termasuk Arsenal, pernah mendapat keputusan menguntungkan maupun merugikan sepanjang musim. “You know, on Wednesday night, that decision didn’t favour Arsenal, but there have been other moments in other games where certain decisions have favoured them… I like to see the manager staying focused and talking about the way his team played, rather than jumping on that opportunity to blame the referee,” kata Gallas dalam wawancara dengan Ladbrokes.
Jadwal Padat dan Kesiapan Tim
Jadwal Arsenal dalam tiga hari ke depan sangat menantang. Setelah laga Premier League melawan Fulham pada Sabtu, mereka akan kembali ke Emirates Stadium pada Selasa malam untuk menutup babak kedua semifinal melawan Atletico Madrid. Kedua pertandingan tersebut berpotensi menentukan nasib Arsenal di dua kompetisi utama.
Pelatih Arteta menekankan pentingnya rotasi pemain untuk menjaga kebugaran. Satu sisi, striker muda Gabriel Martinelli dan gelandang veteran Thomas Partey diprediksi akan menjadi kunci dalam menyerang dan mengendalikan lini tengah. Di lini pertahanan, William Saliba dan Gabriel Magalhães diharapkan tetap solid menghadapi serangan Fulham yang berbahaya.
Transfer dan Target Finansial
Di luar lapangan, kabar transfer juga mengemuka. Sebuah laporan menyebutkan adanya target transfer bernilai sekitar £50 juta yang sedang dipertimbangkan oleh manajemen Arsenal. Meskipun nama pemain belum diumumkan secara resmi, spekulasi mengarah pada gelandang kreatif yang dapat menambah dimensi serangan tim.
Jika transfer tersebut berhasil, Arsenal dapat memperkuat kedalaman skuad menjelang fase akhir Liga Champions, sekaligus menambah pilihan taktik bagi Arteta dalam menghadapi lawan-lawannya yang kuat.
Harapan Penggemar dan Kesimpulan
Para pendukung Arsenal menantikan pertandingan melawan Fulham dengan harapan tim dapat mengamankan tiga poin penting. Di samping itu, mereka berharap manajer dapat menenangkan situasi pasca kontroversi VAR, agar fokus tetap pada performa di lapangan.
Dengan tekanan yang meningkat baik dari persaingan domestik maupun internasional, Arsenal berada pada titik krusial dalam musim 2025/2026. Keberhasilan dalam laga akhir pekan ini akan menjadi penentu apakah Gunners dapat mengukir gelar Premier League atau harus menyerah pada dominasi City di akhir musim.
