Keuangan.id – 10 Mei 2026 | Arsenal mengambil langkah besar menuju gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun. Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Fulham pekan lalu membuat pasukan Mikel Arteta kembali memegang kendali penuh dalam persaingan dengan Manchester City.
Situasi semakin menguntungkan bagi The Gunners setelah City gagal meraih kemenangan saat ditahan Everton 3-3. Dengan hanya tiga pekan tersisa sebelum musim berakhir pada 24 Mei, Arsenal kini unggul lima poin di puncak klasemen.
Momentum yang Meningkat
Momentum itu semakin terasa setelah Arsenal memastikan tiket ke final Liga Champions usai menyingkirkan Atletico Madrid. Atmosfer di Emirates Stadium yang sebelumnya tegang kini berubah total menjadi penuh keyakinan dan optimisme.
Beberapa pekan lalu, Arsenal sempat dianggap mulai kehilangan momentum setelah kalah 1-2 dari Manchester City. Bahkan kemenangan tipis 1-0 atas Newcastle United masih memperlihatkan tekanan besar yang dirasakan skuad Arteta.
Namun, situasi berubah drastis saat mereka menghadapi Fulham. Arsenal tampil jauh lebih lepas dan agresif dibanding laga-laga sebelumnya. Mereka langsung mengontrol pertandingan dan mencetak tiga gol sejak babak pertama.
Secara statistik, performa itu menjadi salah satu yang terbaik musim ini. Arsenal mencatat expected goals (xG) tertinggi mereka di Premier League musim ini dan untuk pertama kalinya sejak November 2024 mampu mencetak tiga gol di babak pertama pertandingan liga.
Pemain yang Menonjol
Bukayo Saka menjadi salah satu pemain paling menonjol. Winger timnas Inggris itu tampil tajam di sisi kanan dan berperan penting dalam gol pembuka Viktor Gyokeres sebelum mencetak gol keduanya sendiri lewat penyelesaian apik di tiang dekat.
Selain Saka, Myles Lewis-Skelly juga mencuri perhatian. Pemain berusia 19 tahun itu menjalani starter pertamanya di lini tengah musim ini dan tampil sangat matang dalam mengalirkan bola. Ia menjadi salah satu penghubung utama permainan Arsenal bersama Declan Rice dan Eberechi Eze.
Manchester City yang Goyah
Di sisi lain, Manchester City justru menunjukkan tanda-tanda mulai goyah. Hasil imbang 3-3 melawan Everton menghentikan tren enam kemenangan beruntun tim asuhan Pep Guardiola.
City sebenarnya tampil dominan di babak pertama. Mereka menguasai 76 persen penguasaan bola dan melepaskan 12 tembakan sebelum turun minum dengan keunggulan berkat gol Jeremy Doku.
Akan tetapi, pertahanan mereka mulai kehilangan konsentrasi setelah jeda. Kesalahan umpan dari Marc Guehi membuat Thierno Barry mampu mencuri gol penyama kedudukan untuk Everton.
Momentum pertandingan kemudian berubah sepenuhnya. Everton mulai bermain lebih agresif dan memanfaatkan kelemahan fisik lini belakang City. Jake O’Brien membawa tuan rumah unggul sebelum Merlin Rohl menambah gol lain dari skema serangan cepat.
Gol penyama kedudukan Doku pada menit ke-97 memang menjaga harapan City tetap hidup. Namun, hasil itu tetap terasa seperti kehilangan dua poin penting dalam fase krusial perebutan gelar.
Selain faktor performa, Arsenal juga diuntungkan oleh jadwal pertandingan yang relatif lebih ringan dibanding Manchester City.
Dengan sisa tiga pekan, Arsenal memiliki kesempatan besar untuk mengamankan gelar Premier League pertama mereka dalam 22 tahun. Sementara itu, Manchester City harus berjuang keras untuk mempertahankan harapan mereka.
Arsenal dan Manchester City akan terus berjuang hingga akhir musim. Pertarungan sengit antara kedua tim ini akan memanjakan penggemar sepak bola di Inggris.
