Keuangan.id – 10 April 2026 | Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menegaskan ambisinya untuk menyambut setidaknya 13 perusahaan melakukan penawaran umum pertama (IPO) sebelum akhir Juni 2026. Target ini muncul di tengah antrean panjang perusahaan yang menunggu giliran melantai di pasar modal, sekaligus menghadapi tantangan regulasi baru dan isu kepemilikan saham yang kian sensitif.
Berbagai sektor ekonomi diproyeksikan menjadi sumber utama perusahaan yang akan mengajukan IPO, antara lain teknologi informasi, energi terbarukan, manufaktur, layanan kesehatan, serta agribisnis. Berikut rangkuman sektor yang diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan:
- Teknologi dan digitalisasi
- Energi bersih dan infrastruktur
- Produk konsumen dan retail
- Kesehatan dan farmasi
- Agrikultur dan pengolahan hasil pertanian
Regulasi terbaru yang dikeluarkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan transparansi kepemilikan saham, terutama terkait batas kepemilikan maksimum bagi pemegang saham utama. Hal ini menimbulkan kehatian-hatian bagi calon emiten, karena persyaratan kepemilikan yang lebih ketat dapat memperpanjang proses persiapan dokumen dan persetujuan.
Investor institusional dan ritel sama-sama menaruh perhatian pada struktur kepemilikan setelah IPO. Kekhawatiran utama meliputi potensi konsentrasi saham pada pemegang saham pendiri, yang dapat memengaruhi likuiditas dan kebijakan perusahaan pasca-IPO. Untuk mengatasi hal tersebut, BEI mendorong penerapan kebijakan lock‑up dan peningkatan partisipasi publik dalam penawaran saham.
Jika target 13 perusahaan tercapai tepat waktu, BEI berharap dapat meningkatkan likuiditas pasar, memperluas basis investor, serta menambah variasi produk investasi. Pencapaian ini juga diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan ekonomi nasional dengan menyediakan sumber pendanaan alternatif bagi perusahaan yang ingin mengembangkan usahanya.
Meski prospek positif, antrean IPO yang masih panjang menandakan persaingan ketat untuk mendapatkan slot penawaran. Perusahaan yang ingin melantai harus menyiapkan laporan keuangan yang solid, strategi pertumbuhan yang jelas, dan kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku. Dengan persiapan matang, diharapkan proses IPO dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan.











