Keuangan.id – 14 Mei 2026 | PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) baru-baru ini mencetak laba bersih sebesar Rp17,81 triliun sepanjang 2025. Namun, laba bersih ini turun hingga Rp4,59 triliun atau 20,48 persen dibandingkan 2024.
Penurunan laba didorong oleh capaian pendapatan yang juga merosot, di mana sepanjang 2025 Telkom mencetak pendapatan Rp146,74 triliun, turun Rp3,22 triliun atau 2,15 persen.
Sepanjang 2025, perseroan mencatatkan beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi sebesar Rp41,23 triliun, naik 0,08 persen. Beban penyusutan dan amortisasi naik drastis, yakni 10,15 persen, dari Rp34,18 triliun pada 2024, menjadi Rp37,65 triliun pada 2025.
Sementara itu, beban karyawan turun 2,65 persen, dari Rp16,81 triliun pada 2024, menjadi Rp16,36 triliun pada 2025. Sepanjang 2025, Telkom mencatatkan liabilitas Rp137,19 triliun, naik 0,03 persen.
Total liabilitas jangka pendek tercatat sebesar Rp2,82 triliun, turun 3,67 persen. Namun, liabilitas jangka panjang naik 4,73 persen, dari Rp60,42 triliun pada 2024, menjadi Rp63,27 triliun pada 2025.
Posisi ekuitas perusahaan sebesar Rp150,54 triliun per 31 Desember 2025, turun 2,38 persen. Adapun posisi kas dan setara kas Telkom tercatat sebesar Rp34,23 triliun per akhir 2025, naik 0,95 persen.
Nominal aset Telkom per 31 Desember 2025 sebesar Rp287,76 triliun, turun Rp3,63 triliun atau 1,25 persen. Laporan keuangan Telkom sepanjang 2025 terlambat dirilis karena proses penyelesaian yang belum rampung dan kewajiban pelaporan tambahan ke SEC Amerika Serikat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Telkom telah mengalami perubahan besar dalam struktur keuangan dan operasional. Perusahaan ini terus berupaya meningkatkan efisiensi dan mengembangkan layanan baru untuk meningkatkan pendapatan dan laba.
Meskipun terdapat beberapa tantangan, Telkom tetap menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki, perusahaan ini diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan pada perekonomian nasional.
Secara keseluruhan, laporan keuangan Telkom sepanjang 2025 menunjukkan bahwa perusahaan ini masih memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang. Namun, perusahaan ini juga perlu terus berupaya meningkatkan efisiensi dan mengembangkan layanan baru untuk meningkatkan pendapatan dan laba.











