Berita  

Anna Wintour: Dari Penolakan ‘The Devil Wears Prada’ Hingga Kolaborasi Ikonik dengan Meryl Streep

Anna Wintour: Dari Penolakan ‘The Devil Wears Prada’ Hingga Kolaborasi Ikonik dengan Meryl Streep
Anna Wintour: Dari Penolakan ‘The Devil Wears Prada’ Hingga Kolaborasi Ikonik dengan Meryl Streep

Keuangan.id – 03 Mei 2026 | Anna Wintour, editor‑in‑chief legendaris Vogue, selama dua dekade terakhir menjadi tokoh sentral dalam perbincangan seputar film “The Devil Wears Prada”. Reaksi awalnya yang bersikap dingin terhadap novel Lauren Weisberger pada 2003 menimbulkan spekulasi bahwa ia menolak dijadikan inspirasi karakter Miranda Priestly.

Awal Kontroversi

Pada saat novel pertama kali dirilis, Wintour dikabarkan menerima telepon dari asisten seniornya, Leslie Fremar, yang menanyakan siapa Lauren Weisberger. Wintour menanggapi dengan skeptis, bahkan memperingatkan Fremar bahwa buku itu menuliskan kembali kehidupan mereka di Vogue dengan nada satir.

Suara dari Mantan Asisten

Jill Demling, mantan asisten pribadi Wintour, muncul di podcast “The Run‑Through” dan mengungkapkan bahwa karakter Emily dalam film diilhami oleh rekan kerjanya, Leslie Fremar. Demling menambahkan bahwa Wintour pada awalnya menolak untuk menonton adaptasi teater di West End, namun kemudian mengakui nilai hiburan cerita tersebut.

Perubahan Sikap Vogue

Selama dua puluh tahun, Vogue secara resmi menjaga jarak dari film pertama. Namun, pada 2026, ketika sekuel “The Devil Wears Prada 2” dirilis, sikap tersebut berubah drastis. Wintour muncul dalam promosi, termasuk foto bersamaan dengan Meryl Streep di sampul Vogue bulan April, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kedua tokoh tersebut mengenakan Prada, menegaskan simbolisme ikonik antara dunia mode dan sinema.

  • April 2026: Wintour dan Streep menjadi sampul Vogue pertama kalinya.
  • Mei 2026: Vogue menambahkan novel Weisberger ke dalam Book Club.
  • Mei 2026: Podcast “The Run‑Through” mengundang mantan asisten nyata untuk membahas film.

Kolaborasi Lain yang Menarik

Promosi sekuel juga menampilkan Madonna bersama Wintour dalam video “Confessions II”, menambah elemen pop‑culture pada kampanye. Kehadiran selebriti ini memperkuat citra Vogue sebagai platform yang tidak lagi menolak referensi film, melainkan mengintegrasikannya ke dalam narasi brand.

Transformasi Karir

Pada akhir 2025, Wintour menyerahkan jabatan editor‑in‑chief kepada Chloe Malle dan mengambil peran sebagai Global Chief Content Officer Condé Nast. Pergeseran tanggung jawab ini memberi ruang bagi Wintour untuk berfokus pada strategi konten lintas platform, termasuk kerja sama film, musik, dan literatur.

Isu Kontroversial Lain

Terlepas dari hubungan yang lebih akrab dengan dunia hiburan, Wintour tetap menjadi figur yang sering berada di sorotan publik karena sikapnya terhadap anggota kerajaan Inggris. Beberapa laporan mengklaim bahwa ia menyimpan rasa tidak suka terhadap Meghan Markle, yang konon menimbulkan ketegangan dalam jaringan sosial elite Amerika.

Meski demikian, Wintour tampak lebih mengutamakan peran profesionalnya daripada drama pribadi. Fokusnya kini beralih pada inovasi digital Vogue, pengembangan konten video, serta penguatan posisi majalah dalam era post‑pandemi.

Kesimpulannya, perjalanan hubungan Anna Wintour dengan “The Devil Wears Prada” mencerminkan evolusi pribadi dan institusional Vogue. Dari penolakan awal hingga kolaborasi ikonik dengan Meryl Streep, serta keterlibatan dalam promosi sekuel, semua menandai perubahan budaya perusahaan media mode terbesar dunia.

Exit mobile version