Keuangan.id – 25 April 2026 | Jakarta, 25 April 2026 – Kawasan Pasar Seni Ancol kembali menunjukkan perannya sebagai pusat kreativitas dan inovasi di ibukota. Pada Jumat, 24 April, Ancol menyambut International Jazz Day dengan serangkaian acara yang menggabungkan musik, seni visual, serta program edukasi kelautan bagi generasi muda. Kedua inisiatif tersebut dipandang sebagai pijakan awal menuju Festival Budaya Jakarta 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang.
Jazz Night Menyemarakkan International Jazz Day
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk melalui Pasar Seni Ancol menampilkan konser bertajuk “Jazz Night with Sumber Ria Live in Collaboration featuring Andien”. Pertunjukan yang berlangsung pada malam hari menampilkan kolaborasi antara musisi jazz ternama dengan vokalis pop Andien, menciptakan suasana yang memadukan improvisasi jazz dengan sentuhan pop Indonesia. Direktur Ancol, Eddy Prastiyo, menekankan pentingnya momentum ini sebagai upaya menghidupkan kembali energi kreatif di kawasan yang selama ini dikenal sebagai destinasi legendaris.
Selain konser, Pasar Seni Ancol juga memamerkan instalasi seni “Pura Pura Rupa”, sebuah pameran visual yang menampilkan karya seniman kontemporer dari berbagai daerah. Pameran ini dirancang untuk menjadi jembatan antara seni visual dan musik, memberikan pengalaman multisensori bagi pengunjung yang datang untuk menikmati Jazz Night.
Acara tersebut tidak berdiri sendiri; ia menjadi pengantar bagi festival budaya yang lebih besar, “Jakalcer: Symphony of the Art”, yang dijadwalkan pada Juni 2026. Festival ini akan menampilkan rangkaian pertunjukan seni, musik, dan budaya yang melibatkan komunitas lokal serta seniman internasional, sekaligus menandai perayaan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.
Pelatihan Kelautan Tingkat Lanjut bagi Mahasiswa
Di sisi lain, Ancol menjadi tuan rumah Marine Survey Equipment Training (MSET) yang diikuti oleh 40 mahasiswa magister dari universitas terkemuka di Indonesia, termasuk ITB, IPB, UGM, UNDIP, UNHAS, UNPAD, UB, UNPATTI, dan UNUD. Program pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Korea‑Indonesia Integrated Ocean Fisheries Technology Training Center (KIOTEC).
Selama tiga hari, para peserta belajar mengoperasikan peralatan oseanografi modern seperti Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) untuk mengukur arus laut, Conductivity‑Temperature‑Depth (CTD) untuk profil kolom air, serta grab sampler dan sieve shaker untuk analisis geologi dasar laut. Pelatihan menggabungkan kuliah teori dari para ahli nasional dengan praktik lapangan berbasis data, memperkuat kapabilitas teknis mahasiswa dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan kebutuhan ketahanan pangan.
Kepala BPPSDM Kelautan dan Perikanan, I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa penguasaan teknologi kelautan menjadi kunci dalam pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan. Sementara itu, Dr. Park Hansan, Wakil Ketua IOC‑UNESCO, menekankan pentingnya pola pikir kolaboratif lintas disiplin untuk menerjemahkan ilmu menjadi solusi konkret.
Ancol Sebagai Simbol Sinergi Seni dan Sains
Penggabungan acara seni dan pelatihan ilmiah di satu lokasi mencerminkan visi Ancol yang lebih luas: menjadi ruang interaksi kreatif yang tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga membentuk kompetensi profesional masa depan. Dengan memfasilitasi pertunjukan musik internasional dan memberikan akses kepada mahasiswa untuk menguasai teknologi kelautan, Ancol memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi budaya dan ilmiah.
Keberhasilan kedua program ini juga memberikan sinyal positif bagi para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, institusi pendidikan, serta sektor swasta. Investasi dalam infrastruktur kreatif dan fasilitas pelatihan berteknologi tinggi di Ancol dipandang mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, sekaligus menumbuhkan ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Dengan menyiapkan panggung bagi festival budaya 2026 dan melatih generasi profesional kelautan, Ancol meneguhkan perannya sebagai destinasi yang menghubungkan seni, ilmu pengetahuan, dan pembangunan ekonomi kota Jakarta.











