Keuangan.id – 05 Mei 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi ke kisaran 6.645–6.838, meskipun belakangan sempat menguat. Analis pasar menilai bahwa faktor eksternal dan sentimen global dapat memicu tekanan jual, menjadikan IHSG rawan koreksi dalam waktu dekat.
Prediksi Koreksi IHSG
Berbagai indikator teknikal menunjukkan adanya tekanan penurunan. Rata‑rata bergerak 200 hari masih berada di atas level harga terkini, menandakan potensi penurunan. Selain itu, volatilitas pasar yang meningkat serta data ekonomi global yang belum stabil menambah risiko bagi indeks utama Indonesia.
Empat Saham yang Patut Dicermati
Dalam situasi yang berpotensi bergejolak, analis menyoroti empat saham yang dianggap memiliki fundamental kuat dan prospek yang relatif stabil. Berikut adalah daftar saham yang direkomendasikan:
- BUVA – Perusahaan di sektor pertambangan tembaga yang menunjukkan pertumbuhan pendapatan berkelanjutan.
- SMGA – Produsen semen dengan margin laba yang stabil serta permintaan domestik yang kuat.
- SRTG – Perusahaan energi terbarukan yang mendapat manfaat dari kebijakan pemerintah mengenai energi bersih.
- PTBA – Salah satu pemain utama di industri batu bara, yang masih memiliki kapasitas ekspor yang signifikan.
Investor disarankan untuk memperhatikan laporan keuangan terbaru, kebijakan regulasi, serta perkembangan harga komoditas yang dapat memengaruhi kinerja masing‑masing perusahaan.
Dengan memperhatikan faktor‑faktor tersebut, pelaku pasar dapat mengambil keputusan yang lebih terinformasi, baik dalam mengurangi eksposur pada indeks maupun menambah posisi pada saham-saham yang dipilih.
